Jumat, 16 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 16 -- TERGODA DOSA

. Jumat, 16 Januari 2015


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 15 Januari 2015 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 16 -- TERGODA DOSA
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Januari 2015
Bacaan : Kejadian 4:1-16
Setahun: Kejadian 46-48
Nats: Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?
      Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di
      depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus
      berkuasa atasnya. (Kejadian 4:7)

Judul:

                             TERGODA DOSA

  Setiap orang tentu pernah mengalami pencobaan atau godaan untuk
  berbuat dosa. Pencobaan itu berasal dari luar, dari segala sesuatu
  yang dijumpai, menggoda hati dengan memancing hawa nafsu. Akibatnya
  dapat terpancar luapan emosi, seperti cemburu, iri, tersinggung, dan
  amarah. Dalam keadaan seperti itu, suasana hati tidak lagi nyaman
  dan pikiran pun kerap menjadi gelap.



  Kain merasakan iri hati terhadap Habel, adiknya. Tuhan mengindahkan
  kurban persembahan Habel, namun mengabaikan persembahannya. Alkitab
  tidak menjelaskan alasan Tuhan. Kain tampaknya tidak dapat menerima
  keputusan Tuhan itu; bisa jadi ia merasa kehilangan harga diri
  sebagai kakak. Si jahat memanfaatkan kesempatan atas sikapnya itu.



  Kegalauan hati Kain terpancar dari wajahnya yang muram. Ia tergoda
  dan terpancing emosinya sehingga tega membunuh Habel. Ia tidak lagi
  berpikir secara jernih karena dosa sudah menutupi pintu hatinya
  sehingga ia tidak mampu mengendalikan diri. Kain melampiaskan
  amarahnya pada Habel yang sesungguhnya tidak bersalah. Rasa iri
  membangkitkan amarahnya dan kemudian mendorongnya melakukan tindakan
  keji.



  Tidak semestinya Kain jatuh ke dalam dosa jika saja ia mau belajar
  memahami apa yang menyenangkan hati Allah. Tetapi dia tidak
  melakukan introspeksi, malah mencari kambing hitam. Sering kali kita
  juga terjebak emosi seperti Kain, ketenangan hati kita terusik dan
  menjadi galau, sehingga kita tergoda oleh dosa. Waspadalah! --Jap
  Sutedja /Renungan Harian

             SUASANA HATI YANG GALAU MEMBUTAKAN PIKIRAN.
            KETENANGAN HATI ADALAH KUNCI PENGUASAAN DIRI.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+4:1-16

  Kejadian 4:1-16

   1  Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan
      mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata
      perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan
      pertolongan TUHAN."
   2  Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi
      gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
   3  Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan
      sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban
      persembahan;
   4  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung
      kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan
      Habel dan korban persembahannya itu,
   5  tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu
      hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
   6  Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu
      muram?
   7  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?
      Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di
      depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus
      berkuasa atasnya."
   8  Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang."
      Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel,
      adiknya itu, lalu membunuh dia.
   9  Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya:
      "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
  10  Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu
      berteriak kepada-Ku dari tanah.
  11  Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang
      mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari
      tanganmu.
  12  Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan
      memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi
      seorang pelarian dan pengembara di bumi."
  13  Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada
      yang dapat kutanggung.
  14  Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan
      tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di
      bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah
      akan membunuh aku."
  15  Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang
      membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat."
      Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh
      oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.
  16  Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod,
      di sebelah timur Eden.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+46-48
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+46-48


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com