Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 21 -- IMAN YANG SEDERHANA

. Selasa, 20 Januari 2015
0 komentar


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 20 Januari 2015 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 21 -- IMAN YANG SEDERHANA
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 21 Januari 2015
Bacaan : Matius 8:5-13
Setahun: Keluaran 11-13
Nats: Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya, "Tuan, aku tidak layak
      menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah
      kata, maka hambaku itu akan sembuh. (Matius 8:8)

Judul:

                         IMAN YANG SEDERHANA

  Seorang anak kecil tampak kebingungan mencari bola kecilnya.
  Setelah beberapa waktu mondar-mandir tanpa hasil, ia secara spontan
  berdoa, "Tuhan, tolong temukan bolaku." Bola itu tadi menggelinding
  menuruni jalan di depan rumah. Setiap orang di rumah telah berusaha
  ikut mencarinya, tetapi tidak ada yang menemukannya. Keesokan
  harinya, anak itu melompat-lompat kegirangan sambil bersorak, "Mama,
  Yesus telah membawa kembali bolaku!" Sang ibu menengok dari jendela
  dan melihat bola itu tergeletak di atas rumput. Bagaimana mungkin
  bola itu bisa ada di sana? Tidak ada yang tahu. Tetapi, anak kecil
  itu merasa Yesus tidak terlalu sibuk untuk mendengarkan
  permintaannya.



  Perwira dalam bacaan hari ini mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan Sang
  Penguasa alam semesta, dan ia menyadari bahwa dirinya hanyalah
  bawahan yang harus taat dan percaya pada apa yang dikatakan tuannya.
  Ketika Yesus mengatakan bahwa Dia akan datang ke rumahnya dan
  menyembuhkan hambanya yang sakit itu, perwira itu buru-buru berkata,
  "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja
  sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh" (ay. 8). Yesus memuji
  iman perwira ini sebagai iman yang besar.



  Iman yang sederhana, namun sangat bermakna. Pengakuan tentang
  siapakah Yesus Kristus dalam hidup kita dan kepercayaan kita pada
  apa saja yang sanggup dilakukan-Nya, itulah iman! Iman yang
  sederhana ini akan memengaruhi sikap dan keyakinan kita kepada-Nya
  bahwa apa saja yang Dia katakan pasti terlaksana! --Samuel Yudi S
  /Renungan Harian

           IMAN MENGARAHKAN KITA PADA KEMAHAKUASAAN TUHAN,
                   BUKAN PADA KETIDAKMAMPUAN DIRI.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                  http://alkitab.sabda.org/?Matius+8:5-13

  Matius 8:5-13

   5  Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira
      mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
   6  "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia
      sangat menderita."
   7  Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
   8  Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak
      menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka
      hambaku itu akan sembuh.
   9  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula
      prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu:
      Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia
      datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia
      mengerjakannya."
  10  Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada
      mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
      iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di
      antara orang Israel.
  11  Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan
      Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan
      Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
  12  sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam
      kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan
      kertak gigi."
  13  Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah
      kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga
      sembuhlah hambanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+11-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+11-13


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 16 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 17 -- DILAYAKKAN

. Jumat, 16 Januari 2015
0 komentar


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 16 Januari 2015 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 17 -- DILAYAKKAN
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 17 Januari 2015
Bacaan : Roma 3:21-31
Setahun: Kejadian 49-50
Nats: Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan
      Allah, dan oleh anugerah-Nya telah dibenarkan dengan cuma-cuma
      melalui penebusan dalam Kristus Yesus. (Roma 3:23-24)

Judul:

                              DILAYAKKAN

  Agar dapat ditahbiskan menjadi pendeta di gereja kami, para
  sarjana teologi harus melalui serangkaian proses seleksi selama
  beberapa tahun. Setelah itu, seluruh calon dikumpulkan, dan ketua
  panitia menyampaikan keputusan mereka. "Setelah melakukan proses
  seleksi yang ketat, kami menyimpulkan, tidak ada satu orang calon
  pun yang layak melayani Tuhan dan ditahbiskan menjadi pendeta!"
  katanya. Perubahan mimik di wajah para calon pendeta terlihat jelas.
  Lalu ketua panitia melanjutkan, "Kita semua memang tidak layak
  melayani Tuhan. Tetapi, syukurlah, Tuhan Yesus melayakkan kita
  karena Dia sudah mengampuni dan menyelamatkan kita!"



  Semua manusia telah berdosa--sebuah kebenaran yang tak dapat
  disangkal. Namun, ketika manusia membandingkan dirinya dengan
  pendosa lain, sering kali mereka merasa lebih suci dan lebih layak
  di hadapan Tuhan. Padahal, jika dibandingkan dengan kekudusan Tuhan,
  kesalehan kita tak lebih dari kain kotor belaka (bd. Yes. 64:6).



  Dosa tidak melulu soal seberapa banyak pelanggaran yang kita
  lakukan. Dosa bukan hanya berupa tindakan; dosa adalah tabiat kita.
  Kita dilahirkan dalam dosa, dan kita bertumbuh dengan kecenderungan
  berdosa. Tetapi dalam anugerah-Nya, Allah bertindak untuk mengatasi
  dosa. Kristus yang tanpa dosa dibuat-Nya menanggung seluruh dosa
  kita agar kebenaran-Nya dapat dikenakan kepada kita. Dengan
  menyambut anugerah-Nya, kita dibaharui: menjadi manusia baru dengan
  status baru, yaitu anak Allah. Kita pun dilayakkan untuk melayani
  Dia. --Hembang Tambun /Renungan Harian

          KELAYAKAN KITA TIDAK BERSUMBER DARI DIRI SENDIRI,
    MELAINKAN DARI KEBENARAN KRISTUS YANG DIPAKAIKAN KEPADA KITA.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                   http://alkitab.sabda.org/?Roma+3:21-31

  Roma 3:21-31

  21  Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah
      dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan
      Kitab-kitab para nabi,
  22  yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua
      orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
  23  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
      kemuliaan Allah,
  24  dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena
      penebusan dalam Kristus Yesus.
  25  Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian
      karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk
      menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa
      yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
  26  Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini,
      supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang
      percaya kepada Yesus.
  27  Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada!
      Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan
      berdasarkan iman!
  28  Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan
      bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
  29  Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia
      juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah
      Allah bangsa-bangsa lain!
  30  Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik
      orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak
      bersunat juga karena iman.
  31  Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman?
      Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+49-50
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+49-50


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Fwd: (e-RH) Januari 16 -- TERGODA DOSA

.
0 komentar


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 15 Januari 2015 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 16 -- TERGODA DOSA
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Januari 2015
Bacaan : Kejadian 4:1-16
Setahun: Kejadian 46-48
Nats: Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?
      Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di
      depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus
      berkuasa atasnya. (Kejadian 4:7)

Judul:

                             TERGODA DOSA

  Setiap orang tentu pernah mengalami pencobaan atau godaan untuk
  berbuat dosa. Pencobaan itu berasal dari luar, dari segala sesuatu
  yang dijumpai, menggoda hati dengan memancing hawa nafsu. Akibatnya
  dapat terpancar luapan emosi, seperti cemburu, iri, tersinggung, dan
  amarah. Dalam keadaan seperti itu, suasana hati tidak lagi nyaman
  dan pikiran pun kerap menjadi gelap.



  Kain merasakan iri hati terhadap Habel, adiknya. Tuhan mengindahkan
  kurban persembahan Habel, namun mengabaikan persembahannya. Alkitab
  tidak menjelaskan alasan Tuhan. Kain tampaknya tidak dapat menerima
  keputusan Tuhan itu; bisa jadi ia merasa kehilangan harga diri
  sebagai kakak. Si jahat memanfaatkan kesempatan atas sikapnya itu.



  Kegalauan hati Kain terpancar dari wajahnya yang muram. Ia tergoda
  dan terpancing emosinya sehingga tega membunuh Habel. Ia tidak lagi
  berpikir secara jernih karena dosa sudah menutupi pintu hatinya
  sehingga ia tidak mampu mengendalikan diri. Kain melampiaskan
  amarahnya pada Habel yang sesungguhnya tidak bersalah. Rasa iri
  membangkitkan amarahnya dan kemudian mendorongnya melakukan tindakan
  keji.



  Tidak semestinya Kain jatuh ke dalam dosa jika saja ia mau belajar
  memahami apa yang menyenangkan hati Allah. Tetapi dia tidak
  melakukan introspeksi, malah mencari kambing hitam. Sering kali kita
  juga terjebak emosi seperti Kain, ketenangan hati kita terusik dan
  menjadi galau, sehingga kita tergoda oleh dosa. Waspadalah! --Jap
  Sutedja /Renungan Harian

             SUASANA HATI YANG GALAU MEMBUTAKAN PIKIRAN.
            KETENANGAN HATI ADALAH KUNCI PENGUASAAN DIRI.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+4:1-16

  Kejadian 4:1-16

   1  Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan
      mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata
      perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan
      pertolongan TUHAN."
   2  Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi
      gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
   3  Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan
      sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban
      persembahan;
   4  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung
      kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan
      Habel dan korban persembahannya itu,
   5  tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu
      hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
   6  Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu
      muram?
   7  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?
      Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di
      depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus
      berkuasa atasnya."
   8  Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang."
      Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel,
      adiknya itu, lalu membunuh dia.
   9  Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya:
      "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
  10  Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu
      berteriak kepada-Ku dari tanah.
  11  Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang
      mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari
      tanganmu.
  12  Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan
      memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi
      seorang pelarian dan pengembara di bumi."
  13  Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada
      yang dapat kutanggung.
  14  Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan
      tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di
      bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah
      akan membunuh aku."
  15  Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang
      membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat."
      Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh
      oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.
  16  Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod,
      di sebelah timur Eden.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+46-48
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+46-48


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 13 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 13 -- POTENSI KECIL

. Selasa, 13 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 12 Jan 2015 23:31
Subjek: (e-RH) Januari 13 -- POTENSI KECIL
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 13 Januari 2015
Bacaan : Yohanes 6:1-15
Setahun: Kejadian 37-39
Nats: Di sini ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua
      ikan; tetapi apa artinya itu untuk orang sebanyak ini? (Yohanes
      6:9)

Judul:

                            POTENSI KECIL

  Dalam kisah Yesus memberi makan lima ribu orang, kita mendapatkan
  pelajaran yang penting. Ternyata, potensi sekecil apa pun dapat
  bermanfaat apabila dipersembahkan untuk pekerjaan Tuhan.



  Ada dua orang murid yang disebut namanya dalam kisah ini, yakni
  Filipus dan Andreas. Ketika Tuhan Yesus bertanya, "Di manakah kita
  akan membeli roti, supaya mereka dapat makan?", Filipus menjawab,
  "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini,
  sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Jawaban
  Filipus ini mencerminkan sikapnya yang membatasi diri dengan potensi
  yang ada ketika menghadapi masalah.



  Sedangkan Andreas, sebagaimana ia pernah membawa Simon, saudaranya,
  kepada Yesus, kali ini ia membawa seorang anak yang memiliki lima
  roti jelai dan dua ikan kepada Yesus. Sekali lagi Andreas berfungsi
  sebagai pengantara. Bukankah ini langkah yang tepat? Namun,
  sebagaimana Filipus, Andreas juga mengecilkan arti potensi yang ada,
  "Tetapi apa artinya itu untuk orang sebanyak ini?"



  Walaupun demikian kita mengetahui akhir kisah ini, yakni bahwa
  pemberian anak tersebut, di tangan Yesus, menjadi berkat bagi lima
  ribu orang. Bahkan tersisa dua belas bakul. Potensi sekecil apa pun,
  di tangan Yesus dapat menjadi berdaya guna besar untuk pekerjaan
  Tuhan bagi kesejahteraan sesama.



  Jadi, jangan sekali-kali kita meremehkan potensi seperti itu.
  Letakkan di tangan Tuhan. Dia tidak terbatasi oleh jumlah, dan Dia
  rindu memberkati umat-Nya. Selanjutnya, biarlah mukjizat-Nya
  terjadi. --Herodion Pitrakarya G /Renungan Harian

       DALAM TANGAN TUHAN, HAL YANG KECIL ITU BISA JADI BESAR;
     SEBALIKNYA, TANPA TUHAN, HAL YANG BESAR PUN BISA JADI KECIL.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                 http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:1-15

  Yohanes 6:1-15

   1  Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu
      danau Tiberias.
   2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka
      melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap
      orang-orang sakit.
   3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan
      murid-murid-Nya.
   4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
   5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang
      banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia
      kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya
      mereka ini dapat makan?"
   6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu,
      apa yang hendak dilakukan-Nya.
   7  Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak
      akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat
      sepotong kecil saja."
   8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon
      Petrus, berkata kepada-Nya:
   9  "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan
      dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
  10  Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat
      itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima
      ribu laki-laki banyaknya.
  11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan
      membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian
      juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka
      kehendaki.
  12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya:
      "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang
      terbuang."
  13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul
      penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih
      setelah orang makan.
  14  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya,
      mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan
      datang ke dalam dunia."
  15  Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa
      Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula
      ke gunung, seorang diri.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+37-39
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+37-39


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 11 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 12 -- KETIDAKPASTIAN

. Minggu, 11 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 11 Jan 2015 23:25
Subjek: (e-RH) Januari 12 -- KETIDAKPASTIAN
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 12 Januari 2015
Bacaan : Amsal 3:1-6
Setahun: Kejadian 34-36
Nats: Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah
      bersandar kepada pengertianmu sendiri. (Amsal 3:5)

Judul:

                            KETIDAKPASTIAN

  Dalam wawancara dengan psikolog yang mendampingi para keluarga
  korban kasus hilangnya pesawat Malaysian Airlines MH370 pada Maret
  2014, disebutkan bahwa beban utama keluarga adalah ketidakpastian.
  Manusia tidak tahu bagaimana harus bersikap dalam ketidakpastian.
  Kebingungan akibat ketidakpastian membuat emosi sebagian orang
  menjadi tidak stabil. Satu hari ia berpengharapan besar; esoknya ia
  bisa frustrasi dan depresi. Itulah yang mereka alami.



  Sebagai makhluk yang terbatas, ketidakpastian adalah suatu
  keniscayaan hidup. Tentu kadarnya berbeda-beda bagi tiap orang,
  tergantung pada situasi yang sedang dihadapi. Cara-cara orang
  menyikapinya juga berlainan. Ada yang memilih untuk mengabaikannya,
  ada yang mencari jaminan semu melalui uang atau kekuasaan, dan ada
  yang menyerah pada nasib.



  Bagi orang percaya, Alkitab mengajarkan untuk memercayakan hidup
  kita kepada Tuhan. Sebab Dia bukan hanya Tuhan yang mahakuasa dan
  mahatahu, tapi juga mahabaik dan mengasihi kita. Karena itu, kita
  bisa beriman penuh kepada-Nya tentang hidup dan masa depan kita.



  Iman yang demikian memampukan kita menjalani hidup yang berbuah.
  Hidup kita tidak dikekang kekhawatiran akan masa depan. Hidup kita
  juga tidak lagi dipenuhi dengan kebutuhan mengurusi diri sendiri dan
  mencari jaminan semu akan masa depan kita. Sebaliknya, kita bisa
  mengisi hidup ini untuk menjadi berkat bagi orang lain dan membawa
  mereka menemukan Tuhan yang memegang hidup kita. --Alison Subiantoro
  /Renungan Harian

  BANYAK HAL TAK KUPAHAMI DALAM MASA MENJELANG, TAPI T'RANG BAGIKU INI:
         TANGAN TUHAN YANG PEGANG. (TUHAN YANG PEGANG, NKB 4)

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                    http://alkitab.sabda.org/?Amsal+3:1-6

  Amsal 3:1-6

   1  Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah
      hatimu memelihara perintahku,
   2  karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan
      ditambahkannya kepadamu.
   3  Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
      Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
   4  maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan
      Allah serta manusia.
   5  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah
      bersandar kepada pengertianmu sendiri.
   6  Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan
      jalanmu.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+34-36
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+34-36


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Fwd: (e-RH) Januari 11 -- MAKAN UNTUK HIDUP

.
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 10 Jan 2015 23:26
Subjek: (e-RH) Januari 11 -- MAKAN UNTUK HIDUP
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 11 Januari 2015
Bacaan : Kejadian 3:1-7, Matius 4:1-4
Setahun: Kejadian 31-33
Nats: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari
      setiap firman yang keluar dari mulut Allah. (Matius 4:4)

Judul:

                          MAKAN UNTUK HIDUP

  Berapa banyak dari kita yang suka pilih-pilih makanan? Bukan
  sekadar memilih kandungan gizinya, melainkan memilih berdasarkan
  nilai gengsinya. Makan di tempat yang mewah, berkelas, bahkan
  meluangkan waktu dan anggaran khusus demi mencoba menu tertentu. Ada
  pula yang merasa puas jika telah membagikan foto menu rumah makan
  ternama di media sosial. Ada orang yang menghabiskan banyak waktu
  untuk urusan makan, seakan makanan adalah hal terpenting untuk
  dikejar dalam hidup ini. Padahal makanan bersifat sementara.



  Adam-Hawa dan Yesus mengalami pergumulan serupa. Mereka dicobai
  Iblis dengan iming-iming makanan. Tetapi, pilihan mereka berbeda.
  Adam dan Hawa memilih memenuhi hasrat jasmani dengan memakan buah
  yang dilarang Allah. Adapun Yesus memilih taat kepada Bapa dan
  melawan bujukan Iblis. Jika diperhatikan, sebenarnya Yesus sangat
  membutuhkan roti, sedangkan Adam dan Hawa masih dapat memakan buah
  yang lain. Yesus tidak melakukannya karena Dia tak mau tunduk kepada
  Iblis. Dia tetap fokus pada kekekalan meski secara jasmani Dia perlu
  makan.



  Dari kisah Adam dan Yesus, ada dua prinsip hidup yang dapat kita
  pilih. Pertama, prinsip "hidup untuk makan". Orang tipe ini akan
  memanfaatkan hidupnya untuk mencari kepuasan dengan "makanan"
  (hal-hal fana). Kesuksesan duniawi menjadi fokus hidup mereka.
  Sedangkan prinsip kedua adalah "makan untuk hidup". Orang tipe ini
  berfokus kepada Tuhan dan menggunakan "makanan" sebagai sarana
  bersahabat dengan Tuhan, Sang Hidup. Mana yang menjadi prinsip hidup
  Anda? --Endang B Lestari /Renungan Harian

          HIDUP UNTUK MAKAN MEMBUAT KITA KEHILANGAN "HIDUP".
       TETAPI, MAKAN UNTUK HIDUP MEMBUAT KITA BEROLEH "HIDUP".

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:   http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+3:1-7,+Matius+4:1-4

  Kejadian 3:1-7, Matius 4:1-4

   1  Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di
      darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada
      perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam
      taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
   2  Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan
      dalam taman ini boleh kami makan,
   3  tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah
      berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu
      mati."
   4  Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu
      tidak akan mati,
   5  tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu
      akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang
      yang baik dan yang jahat."
   6  Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan
      dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena
      memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan
      dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang
      bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
   7  Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka
      telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat
      cawat.
   1  Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
   2  Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam,
      akhirnya laparlah Yesus.
   3  Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika
      Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi
      roti."
   4  Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari
      roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut
      Allah."

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+31-33
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+31-33


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 08 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 08 -- TIDAK IKUT TERTAWA

. Kamis, 08 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 7 Jan 2015 23:26
Subjek: (e-RH) Januari 08 -- TIDAK IKUT TERTAWA
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 8 Januari 2015
Bacaan : 1 Korintus 12:12-31
Setahun: Kejadian 22-24
Nats: Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut
      menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut
      bersukacita. (1 Korintus 12:26)

Judul:

                          TIDAK IKUT TERTAWA

  Suatu ketika di sekolah, seorang anak terjatuh ke got dan ia
  ditertawakan oleh teman-temannya. Guru bertanya, "Tadi saya melihat
  ada seorang anak terjatuh dan semua teman menertawakan. Saya ingin
  tahu, siapa di antara kalian yang tidak ikut tertawa?" Seorang anak
  dengan wajah malu-malu mengangkat tangan. Dengan wajah serius guru
  itu berkata, "Lihat anak ini. Dia tidak mau menertawakan temannya
  yang celaka." Kemudian sambil memandang anak itu dengan penuh kasih,
  guru bertanya, "Kenapa engkau tidak ikut tertawa?" Dengan wajah
  menunduk anak itu menjawab, "Karena yang jatuh saya, Bu!"



  Paulus menekankan perasaan senasib sepenanggungan kepada jemaat di
  Korintus. Sebagai satu jemaat di dalam Kristus, ketika ada anggota
  jemaat yang merasakan penderitaan, semua merasakan derita yang sama;
  demikian sebaliknya. Semua saling membutuhkan (ay. 21). Tidak ada
  bagian yang lebih utama dibandingkan yang lain. Tujuan dari sikap
  hati seperti itu adalah supaya tidak terjadi perpecahan di dalam
  tubuh (ay. 25). Karena, kita masing-masing adalah anggota dari Tubuh
  Kristus.



  Apakah dalam keseharian pelayanan kita, sikap dan perilaku seperti
  itu tanpa sadar kerap kita lakukan? Jika kita bersyukur karena rumah
  kita tidak kebanjiran, itu baik. Namun, jika kita bersyukur hanya
  karena rumah kitalah yang satu-satunya selamat dan yang lain
  tenggelam, maka kita perlu menguji hati kita. Apakah kita bersyukur
  karena dilindungi Tuhan atau karena bencana itu menimpa orang lain?
  --Xavier Quentin P /Renungan Harian

    TIDAK SEORANG PUN PEDULI SEBERAPA BANYAK YANG ANDA TAHU SAMPAI
    MEREKA TAHU SEBERAPA BANYAK ANDA PEDULI. (THEODORE ROOSEVELT)

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/08/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:            http://alkitab.sabda.org/?1+Korintus+12:12-31

  1 Korintus 12:12-31

  12  Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya
      banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu
      tubuh, demikian pula Kristus.
  13  Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang
      Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi
      satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
  14  Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas
      banyak anggota.
  15  Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak
      termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
  16  Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak
      termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
  17  Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran?
      Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?
  18  Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing
      secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang
      dikehendaki-Nya.
  19  Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?
  20  Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.
  21  Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak
      membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki:
      "Aku tidak membutuhkan engkau."
  22  Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling
      lemah, yang paling dibutuhkan.
  23  Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita
      kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap
      anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian
      khusus.
  24  Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok.
      Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada
      anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,
  25  supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya
      anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.
  26  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut
      menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut
      bersukacita.
  27  Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah
      anggotanya.
  28  Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama
      sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar.
      Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan
      mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan
      untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
  29  Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah
      mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
  30  atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa
      roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
  31  Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling
      utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+22-24
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+22-24


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 06 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 07 -- BERAPA ALKITAB?

. Selasa, 06 Januari 2015
0 komentar


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 6 Januari 2015 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 07 -- BERAPA ALKITAB?
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 7 Januari 2015
Bacaan : Yesaya 55:1-13
Setahun: Kejadian 19-21
Nats: ...demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak
      akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan
      melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa
      yang Kusuruhkan kepadanya (Yesaya 55:11)

Judul:

                           BERAPA ALKITAB?

  Di situs Bible.org, ada kisah Michael Billester mengunjungi sebuah
  desa kecil di Polandia sebelum Perang Dunia II. Ia memberikan
  Alkitab pada seorang warga, yang bertobat setelah membacanya.
  Kemudian, orang ini meneruskan Alkitab tersebut pada yang lain. Satu
  demi satu warga pun bertobat setelah membacanya. Akhirnya, ada 200
  orang percaya di sana. Berkat sebuah Alkitab.



  Pada 1940, Billester kembali ke desa itu untuk berkhotbah. Di tengah
  khotbah, ia meminta sebagian warga maju dan mengucapkan beberapa
  ayat Alkitab yang bisa mereka hafal. Seseorang berdiri dan berkata,
  "Ehm, maksud Anda beberapa ayat, atau beberapa pasal?" Ternyata
  warga desa itu tak hanya menghafal beberapa ayat, tetapi
  berpasal-pasal Alkitab yang mereka baca. Di situ, Billester
  mendapati 13 orang yang hafal kitab Matius, Lukas, dan separuh kitab
  Kejadian. Lalu seorang lagi hafal kitab Mazmur. Satu Alkitab telah
  menyentuh banyak kehidupan!



  Kebanyakan kita memiliki lebih dari satu Alkitab dalam setiap
  keluarga. Kita bahkan menikmati kebebasan untuk membaca dan
  menikmatinya kapan saja, di mana saja. Sayangnya, kebanyakan pula
  dari kita tak memanfaatkan kesempatan itu. Malah, banyak yang
  cenderung mengabaikan dan melupakannya. Mari kembali pada ajakan
  Yesaya. Carilah Tuhan-lewat firman-Nya. Dan, izinkan firman itu
  menjalankan kehendak Tuhan-mengubahkan dan membentuk hidup kita.
  Satu Alkitab telah memenangkan ratusan orang. Bukankah banyak
  Alkitab di rumah seharusnya berkarya lebih bagi kita? --Agustina
  Wijayani /Renungan Harian

                  FIRMAN TUHAN DATANG DAN MENGETUK;
            BILA SEBUAH PINTU TERBUKA, DIA SIAP MEMBENTUK.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/07/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                 http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+55:1-13

  Yesaya 55:1-13

   1  Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan
      hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum
      tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa
      bayaran!
   2  Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti,
      dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?
      Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan
      menikmati sajian yang paling lezat.
   3  Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah,
      maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi
      dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan
      kepada Daud.
   4  Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi
      bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi
      suku-suku bangsa;
   5  sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal,
      dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu,
      oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah
      Israel, yang mengagungkan engkau.
   6  Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya
      selama Ia dekat!
   7  Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat
      meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka
      Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi
      pengampunan dengan limpahnya.
   8  Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah
      jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
   9  Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya
      jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
  10  Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak
      kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan
      menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan
      roti kepada orang yang mau makan,
  11  demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan
      kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan
      apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang
      Kusuruhkan kepadanya.
  12  Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan
      dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan
      bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala
      pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.
  13  Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai
      ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi
      sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak
      akan lenyap.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+19-21
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+19-21


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Fwd: (e-RH) Januari 06 -- MISTERI KEMATIAN

.
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 6 Jan 2015 07:40
Subjek: (e-RH) Januari 06 -- MISTERI KEMATIAN
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 6 Januari 2015
Bacaan : Pengkhotbah 3:1-15
Setahun: Kejadian 16-18
Nats: Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu
      untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.
      (Pengkhotbah 3:2)

Judul:

                           MISTERI KEMATIAN

  Kematian adalah salah satu misteri kehidupan yang sukar dipahami.
  Seorang teman harus merelakan kepergian istri yang dikasihinya
  ketika anak mereka masih berusia tiga bulan. Seorang teman yang lain
  harus merelakan kepergian ayahnya, yang baru saja berpamitan untuk
  beristirahat karena merasa agak lelah. Padahal, pagi harinya sang
  ayah masih beraktivitas seperti biasa tanpa ada keluhan sakit.
  Mendengar dua kabar itu, saya terkejut dan berkata, "Memang, sampai
  sekarang kematian tetaplah menjadi misteri ilahi."



  Pengkhotbah berkata, "Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk
  meninggal." Pada umumnya, manusia lebih mempersiapkan diri untuk
  menyambut kelahiran daripada menghadapi kematian. Padahal, kematian
  bisa datang sewaktu-waktu, tidak dapat kita perkirakan. Fakta
  menunjukkan bahwa orang yang masih muda belum tentu hidup lebih lama
  dari orang yang sudah berusia lanjut. Orang yang dalam keadaan sakit
  parah terkadang diizinkan Tuhan untuk hidup lebih lama dari orang
  yang terlihat sehat dan bugar. Perkara kematian sepenuhnya akan
  tetap menjadi kedaulatan Tuhan sebagai pencipta, pemberi hidup, dan
  penentu akhir keberadaan manusia di bumi.



  Selagi Tuhan memberi kesempatan untuk hidup, mari kita manfaatkan
  sebaik mungkin. Nikmati apa yang Tuhan berikan, sayangi keluarga
  kita, termasuk kasihi pasangan hidup kita dengan sungguh-sungguh.
  Kelak ketika waktunya kita berpisah dengan orang yang kita kasihi,
  akan ada ucapan syukur dan kenangan manis yang dapat dikenang. --Go
  Hok Jin /Renungan Harian

            SETIAP HARI ADALAH KESEMPATAN UNTUK MENIKMATI
              KEHIDUPAN YANG TUHAN BERIKAN. NIKMATILAH!

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:             http://alkitab.sabda.org/?Pengkhotbah+3:1-15

  Pengkhotbah 3:1-15

   1  Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit
      ada waktunya.
   2  Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu
      untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
   3  ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada
      waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
   4  ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu
      untuk meratap; ada waktu untuk menari;
   5  ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan
      batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari
      memeluk;
   6  ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada
      waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
   7  ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu
      untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
   8  ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu
      untuk perang, ada waktu untuk damai.
   9  Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih
      payah?
  10  Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada
      anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
  11  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia
      memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak
      dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai
      akhir.
  12  Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada
      bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.
  13  Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati
      kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah
      pemberian Allah.
  14  Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap
      ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat
      dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan
      Dia.
  15  Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama
      ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+16-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+16-18


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 05 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 05 -- DARI HERMON KE SION

. Senin, 05 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 4 Jan 2015 23:22
Subjek: (e-RH) Januari 05 -- DARI HERMON KE SION
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 5 Januari 2015
Bacaan : Mazmur 133:1-3
Setahun: Kejadian 13-15
Nats: Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung
      Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan
      untuk selama-lamanya. (Mazmur 133:3)

Judul:

                         DARI HERMON KE SION

  Seorang teman mengunjungi gereja tempat saya melayani beberapa
  tahun lalu. Itu sebuah gereja internasional dengan jemaat dari
  banyak suku dan negara. Menyaksikannya, ia berkata, "Melihat
  banyaknya orang dengan berbagai warna kulit memuji Tuhan, saya
  merasa seperti di surga!"



  Raja Daud mengungkapkan sukacitanya menyaksikan umat Allah yang
  terdiri atas berbagai suku beribadah bersama dengan rukun. Mazmur
  ini adalah nyanyian ziarah tentang ke-12 suku Israel dari seluruh
  bumi yang datang ke Yerusalem untuk beribadah setiap tahun. Ada hari
  raya tertentu yang mewajibkan mereka berkumpul di Bait Allah. Selain
  suku-suku Israel, orang non-Yahudi yang mengagumi Allah Israel juga
  datang untuk beribadah kepada-Nya.



  Daud menyimpulkan persekutuan itu dengan "alangkah baiknya dan
  indahnya" (ay. 1). Tuhan berkenan atasnya, dilambangkan dengan
  urapan minyak yang melimpah di kepala seorang imam (ay. 2). Berkat
  Allah juga akan mereka nikmati, bahkan mengalir kepada orang lain.
  Aliran berkat itu seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas
  gunung Sion. Perhatikanlah peta Alkitab (biasanya ada di halaman
  belakang Alkitab): gunung Hermon terdapat jauh di utara, di
  perbatasan Siria dan Libanon, sedangkan Sion adalah nama bukit
  tempat kota Yerusalem berdiri, jauh di selatan. Ketika kerukunan
  umat Allah tercipta, berbagai berkat akan dialirkan hingga ke
  tempat-tempat yang jauh. Jika demikian, tidakkah lebih baik jika
  kita turut menciptakan dan menjaga keindahan dan kerukunan umat
  Allah? --Hembang Tambun /Renungan Harian

         INDAHNYA PERSEKUTUAN ORANG PERCAYA MAMPU MENEBARKAN
          KEHARUMAN ALLAH HINGGA KE SUDUT-SUDUT TAK TERDUGA.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/05/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                 http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+133:1-3

  Mazmur 133:1-3

   1  Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,
      apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
   2  Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang
      meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
   3  Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung
      Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan
      untuk selama-lamanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+13-15
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+13-15


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 04 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 03 -- RANCANGAN KEBAIKAN TUHAN

. Minggu, 04 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 2 Jan 2015 23:25
Subjek: (e-RH) Januari 03 -- RANCANGAN KEBAIKAN TUHAN
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 3 Januari 2015
Bacaan : Kejadian 50:15-21
Setahun: Kejadian 7-9
Nats: Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi
      Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud
      melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara
      hidup suatu bangsa yang besar. (Kejadian 50:20)

Judul:

                       RANCANGAN KEBAIKAN TUHAN

  "Enak saja dia. Setelah membuat saya menderita, sekarang dia hidup
  nyaman dan bahagia. Masakan saya harus mengampuninya?" Itulah pola
  pikir yang otomatis muncul saat kita melihat orang yang pernah
  menyakiti kita menikmati hidup lebih baik. Akibatnya, kita makin
  sakit hati dan sulit pula mengampuni.



  Yusuf menampilkan pola pikir yang berbeda. Bahkan kakak-kakaknya
  tidak menyangka Yusuf memiliki pola pikir yang sedemikian mulia.
  Tatkala kakak-kakaknya takut jika Yusuf membalas dendam atas
  kejahatan mereka, Yusuf justru telah mengampuni mereka. Perkataan
  Yusuf yang menghibur dan menguatkan memperlihatkan betapa lapangnya
  hati Yusuf. Ia sadar sepenuhnya akan niat jahat kakak-kakaknya.
  Namun, ia meletakkan semua pengalaman pahitnya dalam kerangka
  rancangan Allah yang baik. Keyakinan iman Yusuf akan pemeliharaan
  Allah terhadapnya, juga terhadap keluarga dan bangsanya nanti,
  membuat Yusuf melimpahkan kasih kepada kakak-kakaknya. Padahal
  kakak-kakaknya pernah melakukan perbuatan keji yang mendatangkan
  kesengsaraan pada Yusuf selama 13 tahun (bdk. Kejadian 37:2 dengan
  41:46).



  Apakah ada yang menyakiti hati Anda sedemikian dalam? Tentu sulit
  memaafkannya serta memulihkan diri dari kondisi terluka. Anda tidak
  dapat berjuang sendiri. Anda memerlukan Yesus. Renungkanlah kembali
  kasih Yesus bagi Anda dan hidup baru yang Anda terima dari Dia.
  Kasih dan anugerah-Nya melampaui perlakuan jahat yang telah menimpa
  Anda, sehingga Anda dimampukan untuk mengampuni. --Heman Elia
  /Renungan Harian

     ALLAH MENGUBAH PENDERITAAN AKIBAT LUKA HATI BERKEPANJANGAN
  MENJADI SUKACITA DAN DAMAI SEJAHTERA MELALUI TINDAKAN PENGAMPUNAN.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/03/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:              http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+50:15-21

  Kejadian 50:15-21

  15  Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah
      mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita
      dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang
      telah kita lakukan kepadanya."
  16  Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf:
      "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:
  17  Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya
      kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah
      berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya
      kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu
      menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
  18  Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya
      serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."
  19  Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku
      inikah pengganti Allah?
  20  Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi
      Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud
      melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara
      hidup suatu bangsa yang besar.
  21  Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan
      anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan
      menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+7-9
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+7-9


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Fwd: (e-RH) Januari 04 -- YA, TUNGGU, TIDAK

.
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 3 Jan 2015 23:27
Subjek: (e-RH) Januari 04 -- YA, TUNGGU, TIDAK
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 4 Januari 2015
Bacaan : Lukas 1:5-25
Setahun: Kejadian 10-12
Nats: Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan.
      Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu
      dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (Lukas 1:13)

Judul:

                          YA, TUNGGU, TIDAK

  Sangatlah tidak menyenangkan berada di tengah kekacauan lalu
  lintas pada sore yang gelap dan hujan lebat! Lampu pengatur lalu
  lintas tidak berfungsi. Entah kerusakan apa yang terjadi sehingga
  hanya lampu hijau yang menyala. Kemacetan tak terhindarkan. Suara
  klakson dan teriakan semakin keras terdengar. Para pengendara tidak
  sabar dan mengabaikan polisi yang berusaha mengatur lalu lintas.



  Lampu pengatur lalu lintas mengingatkan saya akan jawaban doa dari
  Tuhan. Sebagai orang yang hidup benar dan hidup menurut segala
  perintah dan ketetapan Tuhan (ay. 6), sangatlah wajar jika Zakharia
  dan Elisabet berharap agar Tuhan memberikan anak sebagai jawaban doa
  mereka. Walaupun rasanya mustahil, justru pada masa tua mereka,
  Zakharia dan Elisabet menerima jawaban doa mereka: seorang anak (ay.
  13)! Tuhan memberikan anak itu bagi Zakharia dan Elisabet bukan
  semata-mata agar mereka bersukacita. Tuhan nyatanya memiliki rencana
  yang jauh lebih besar dari impian mereka. Anak dalam kandungan
  Elisabet akan dipakai-Nya untuk mempersiapkan kedatangan Yesus, Sang
  Mesias (ay. 16-17).



  Jawaban doa tidak tergantung pada seberapa kita layak karena kita
  tidak pernah cukup layak di hadapan Tuhan. Jawaban doa bukan karena
  kita berhak menerima imbalan atas jasa kita kepada Tuhan. Tuhan tahu
  yang terbaik bagi hidup anak-anak-Nya. Ada saatnya Dia menyalakan
  lampu hijau dan menjawab ya; dapat juga lampu merah dinyalakan dan
  Dia menjawab tidak; atau lampu kuning saat Dia menjawab tunggu.
  --Silvia Wiguno S /Renungan Harian

        TUHAN MENJAWAB DOA KITA BUKAN MENURUT KELAYAKAN KITA,
       MELAINKAN MENURUT KEMURAHAN HATI DAN KEBIJAKSANAAN-NYA.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                   http://alkitab.sabda.org/?Lukas+1:5-25

  Lukas 1:5-25

   5  Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama
      Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari
      keturunan Harun, namanya Elisabet.
   6  Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala
      perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
   7  Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan
      keduanya telah lanjut umurnya.
   8  Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia
      melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
   9  Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam
      yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait
      Suci dan membakar ukupan di situ.
  10  Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang.
      Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
  11  Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di
      sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
  12  Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
  13  Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai
      Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu,
      akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah
      engkau menamai dia Yohanes.
  14  Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan
      bersukacita atas kelahirannya itu.
  15  Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum
      anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus
      mulai dari rahim ibunya;
  16  ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah
      mereka,
  17  dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia
      untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan
      hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan
      dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak
      bagi-Nya."
  18  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu,
      bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku
      sudah lanjut umurnya."
  19  Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani
      Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan
      untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
  20  Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat
      berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi,
      karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata
      kebenarannya pada waktunya."
  21  Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka
      menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
  22  Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan
      mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di
      dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia
      tetap bisu.
  23  Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke
      rumah.
  24  Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan
      selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
  25  "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan
      menghapuskan aibku di depan orang."

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+10-12
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+10-12


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 01 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 02 -- KEMURAHAN-NYA YANG BERLIMPAH

. Kamis, 01 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 1 Jan 2015 23:27
Subjek: (e-RH) Januari 02 -- KEMURAHAN-NYA YANG BERLIMPAH
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 2 Januari 2015
Bacaan : Efesus 1:3-14
Setahun: Kejadian 4-6
Nats: ...yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan
      pengertian. (Efesus 1:8)

Judul:

                     KEMURAHAN-NYA YANG BERLIMPAH

  Ada orang yang tidak mau menyantuni pengemis. Mereka menganggap
  orang itu malas bekerja, penipu karena sebenarnya kaya dari hasil
  mengemis, atau anggota sindikat pengemis. Bayangan bahwa orang lain
  akan menyalahgunakan pemberiannya membuat sebagian orang enggan
  bermurah hati.



  Tidak demikian dengan Allah. Di dalam Kristus, Allah "telah
  mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga" (ay.
  3). Sampai di sini kita mungkin beranggapan sudah sewajarnya Allah
  memberkati orang yang beriman. Namun, saat mencermati konteksnya,
  kita akan tercengang. Ternyata, Allah telah memilih kita sebelum
  kita lahir, bahkan sebelum dunia ini dijadikan (ay. 4). Kemurahan
  hati-Nya bagi kita telah ada bahkan sebelum kita ada!



  Lalu, kita akan semakin takjub ketika menyadari bahwa Allah
  menetapkan pilihan itu "dalam segala hikmat dan pengertian" (ay. 8).
  Dia telah mengenal kita sejak semula-lengkap dengan segala dosa,
  pelanggaran, dan kebejatan yang akan kita lakukan-namun Dia memilih
  untuk "menentukan kita... melalui Yesus Kristus untuk menjadi
  anak-anak-Nya" (ay. 5). Potensi kita menyalahgunakan kemurahan-Nya
  tidak membatalkan ketetapan-Nya.



  Sekarang pilihan ada di tangan kita. Di hadapan kemurahan-Nya yang
  berlimpah-limpah itu, bagaimana kita akan hidup? Apakah kita hidup
  secara sembrono dan sesuka hati? Ataukah kita, dengan memberi diri
  pada pimpinan Roh Kudus, belajar hidup sebagai anak Allah, hidup
  "untuk memuji kemuliaan-Nya" (ay. 14)? --Arie Saptaji /Renungan
  Harian

       ORANG HANYA AKAN MENYALAHGUNAKAN KEMERDEKAANNYA JIKA IA
     TIDAK MENYADARI BETAPA BESAR IA DIKASIHI. (JEREMIAH JOHNSON)

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/02/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                  http://alkitab.sabda.org/?Efesus+1:3-14

  Efesus 1:3-14

   3  Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam
      Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di
      dalam sorga.
   4  Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia
      dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
   5  Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus
      Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan
      kehendak-Nya,
   6  supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang
      dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
   7  Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan,
      yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
   8  yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan
      pengertian.
   9  Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita,
      sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang
      dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
  10  sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam
      Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun
      yang di bumi.
  11  Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami
      mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula
      ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah,
      yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan
      kehendak-Nya--
  12  supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus,
      boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
  13  Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman
      kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga,
      ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang
      dijanjikan-Nya itu.
  14  Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita
      memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita
      milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+4-6
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+4-6


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 31 Desember 2014

Fwd: (e-RH) Januari 01 -- MESKIPUN SINGKAT

. Rabu, 31 Desember 2014
0 komentar


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 31 Desember 2014 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 01 -- MESKIPUN SINGKAT
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 1 Januari 2015
Bacaan : 2 Tawarikh 27:1-9
Setahun: Kejadian 1-3
Nats: Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan
      enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. (2 Tawarikh
      27:8)

Judul:

                           MESKIPUN SINGKAT

 
David Brainerd adalah misionaris pelopor pekabaran Injil bagi suku
  Indian Amerika. Ketika usianya baru menginjak 29 tahun, ia menderita
  sakit parah. Menjelang saat-saat terakhir hidupnya, ia berkata,
  "Mengapa kereta-Nya tidak datang-datang juga? Saya sudah lama
  menantikan waktu untuk memuji dan memuliakan Tuhan bersama para
  malaikat di surga." Usianya memang terhitung singkat, namun bagi
  Brainerd hal itu tidak menjadi masalah sebab dalam sepanjang
  hidupnya ia telah melakukan yang terbaik bagi Sang Raja.



  Yotam berumur 25 tahun saat ia menjadi raja menggantikan ayahnya,
  Uzia. Alkitab mencatat bahwa sebagai raja di Yerusalem ia tidak
  bersenang-senang saja menikmati kekuasaannya. Sebaliknya, ia bekerja
  giat untuk Tuhan. Ia mendirikan banyak bangunan, mulai dari gerbang
  di rumah Tuhan, kota-kota di pegunungan, benteng-benteng sampai
  banyak menara. Sebagai penguasa, ia pun tidak memilih berdiam diri
  saja di istana, melainkan ikut berperang melawan bani Amon. Hidupnya
  memang terbilang singkat-hanya 41 tahun-tetapi selama itu ia berbuah
  banyak bagi Allah. Kehadirannya di dunia ini benar-benar memberi
  dampak bagi pemerintahannya.



  Dari pengalaman David Brainerd dan raja Yotam, kita belajar bahwa
  yang penting bukan berapa lama kita hidup, melainkan bagaimana kita
  hidup. Apakah ada kualitasnya? Apakah ada manfaatnya bagi sesama?
  Apakah Allah dimuliakan melalui kita? Mari kita, berapa pun usia
  kita, memasuki tahun baru ini dengan semangat untuk hidup bagi
  kemuliaan-Nya! --Imelda Saputra /Renungan Harian

      UKURAN KEHIDUPAN BAGAIMANAPUN JUGA BUKAN BERAPA LAMANYA,
      MELAINKAN APA SUMBANGAN YANG DIBERIKAN. (CORRIE TEN BOOM)

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:              http://alkitab.sabda.org/?2+Tawarikh+27:1-9

  2 Tawarikh 27:1-9

   1  Yotam berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja
      dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama
      ibunya ialah Yerusa, anak Zadok.
   2  Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang
      dilakukan Uzia, ayahnya, hanya ia tidak memasuki Bait TUHAN.
      Tetapi rakyat masih saja melakukan hal yang merusak.
   3  Ia mendirikan Pintu Gerbang Tinggi di rumah TUHAN dan mengadakan
      banyak pembangunan pada tembok Ofel.
   4  Ia mendirikan juga kota-kota di pegunungan Yehuda dan
      benteng-benteng serta menara-menara di hutan-hutan.
   5  Ia berperang melawan raja bani Amon dan mengalahkannya, sehingga
      pada tahun itu juga bani Amon membayar kepadanya seratus talenta
      perak, sepuluh ribu kor gandum dan sepuluh ribu kor jelai. Juga
      pada tahun kedua dan ketiga bani Amon membawa upeti itu
      kepadanya.
   6  Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN,
      Allahnya.
   7  Selebihnya dari riwayat Yotam, segala peperangan dan tingkah
      langkahnya, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab
      raja-raja Israel dan Yehuda.
   8  Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan
      enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
   9  Kemudian Yotam mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya,
      dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Ahas, anaknya, menjadi raja
      menggantikan dia.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+1-3


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 29 Desember 2014

Fwd: (e-RH) Desember 30 -- MISTERI MASA DEPAN

. Senin, 29 Desember 2014
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 29 Des 2014 23:23
Subjek: (e-RH) Desember 30 -- MISTERI MASA DEPAN
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 30 Desember 2014
Bacaan : Yakobus 4:13-17
Setahun: Wahyu 19-20
Nats: Sebenarnya kamu harus berkata, "Jika Tuhan menghendakinya, kami
      akan hidup dan berbuat ini dan itu." (Yakobus 4:15)

Judul:

                          MISTERI MASA DEPAN

  Tak ada seorang pun yang tahu pasti apa yang akan terjadi nanti.
  Jangankan satu tahun, satu bulan, atau satu minggu ke depan. Hari
  esok, satu jam, bahkan untuk satu menit ke depan pun tak ada orang
  yang tahu pasti apa yang akan terjadi. Orang hanya bisa meramal,
  namun masa depan tetaplah misteri. Mengapa Tuhan tidak mengizinkan
  manusia memiliki kuasa untuk mengetahui masa depan?



  Bacaan Alkitab hari ini menjawab pertanyaan itu. Jika manusia
  memiliki kuasa untuk mengetahui apa yang akan terjadi esok, manusia
  akan mudah memegahkan diri dalam congkaknya (ay. 16). Manusia tak
  akan lagi bergantung pada Tuhan. Sebaliknya, manusia akan bergantung
  pada kekuatannya sendiri untuk menaklukkan segala kesusahan hari
  esok. Padahal, Tuhan sungguhsungguh rindu melihat kita senantiasa
  bergantung pada-Nya. Dia rindu menjadi Pemandu dan Pemelihara kita
  sepanjang perjalanan hidup ini. Lagi pula, bukankah banyak hal tak
  bisa ditaklukkan oleh kekuatan manusia semata?



  Masa depan akan tetap jadi misteri. Hanya Tuhan yang tahu pasti apa
  yang akan terjadi nanti. Bukan kita tak boleh menyusun rencana, tapi
  kita tak boleh lupa: Siapakah manusia, bisa mereka-reka masa depan?
  Hidup kita bak uap saja. Sebentar kelihatan lalu lenyap (ay. 14).
  Itulah sebabnya, dalam menyusun rencana, tak perlu bermegah apalagi
  congkak. Kita tak pernah tahu, apa yang akan terjadi esok.
  Perkatakan selalu dalam hati: "Tuhan ini rencanaku, jadilah seturut
  kehendak-Mu" (ay. 15). --Okky Sutanto /Renungan Harian

                     ANDALKAN TUHAN SENANTIASA,
            DIALAH PEMANDU DAN PEMELIHARA PERJALANAN KITA.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/12/30/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Yakobus+4:13-17

  Yakobus 4:13-17

  13  Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami
      berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan
      berdagang serta mendapat untung",
  14  sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti
      hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja
      kelihatan lalu lenyap.
  15  Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami
      akan hidup dan berbuat ini dan itu."
  16  Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua
      kemegahan yang demikian adalah salah.
  17  Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi
      ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Wahyu+19-20
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Wahyu+19-20


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com