Selasa, 06 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 06 -- MISTERI KEMATIAN

. Selasa, 06 Januari 2015

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 6 Jan 2015 07:40
Subjek: (e-RH) Januari 06 -- MISTERI KEMATIAN
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 6 Januari 2015
Bacaan : Pengkhotbah 3:1-15
Setahun: Kejadian 16-18
Nats: Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu
      untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.
      (Pengkhotbah 3:2)

Judul:

                           MISTERI KEMATIAN

  Kematian adalah salah satu misteri kehidupan yang sukar dipahami.
  Seorang teman harus merelakan kepergian istri yang dikasihinya
  ketika anak mereka masih berusia tiga bulan. Seorang teman yang lain
  harus merelakan kepergian ayahnya, yang baru saja berpamitan untuk
  beristirahat karena merasa agak lelah. Padahal, pagi harinya sang
  ayah masih beraktivitas seperti biasa tanpa ada keluhan sakit.
  Mendengar dua kabar itu, saya terkejut dan berkata, "Memang, sampai
  sekarang kematian tetaplah menjadi misteri ilahi."



  Pengkhotbah berkata, "Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk
  meninggal." Pada umumnya, manusia lebih mempersiapkan diri untuk
  menyambut kelahiran daripada menghadapi kematian. Padahal, kematian
  bisa datang sewaktu-waktu, tidak dapat kita perkirakan. Fakta
  menunjukkan bahwa orang yang masih muda belum tentu hidup lebih lama
  dari orang yang sudah berusia lanjut. Orang yang dalam keadaan sakit
  parah terkadang diizinkan Tuhan untuk hidup lebih lama dari orang
  yang terlihat sehat dan bugar. Perkara kematian sepenuhnya akan
  tetap menjadi kedaulatan Tuhan sebagai pencipta, pemberi hidup, dan
  penentu akhir keberadaan manusia di bumi.



  Selagi Tuhan memberi kesempatan untuk hidup, mari kita manfaatkan
  sebaik mungkin. Nikmati apa yang Tuhan berikan, sayangi keluarga
  kita, termasuk kasihi pasangan hidup kita dengan sungguh-sungguh.
  Kelak ketika waktunya kita berpisah dengan orang yang kita kasihi,
  akan ada ucapan syukur dan kenangan manis yang dapat dikenang. --Go
  Hok Jin /Renungan Harian

            SETIAP HARI ADALAH KESEMPATAN UNTUK MENIKMATI
              KEHIDUPAN YANG TUHAN BERIKAN. NIKMATILAH!

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/06/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:             http://alkitab.sabda.org/?Pengkhotbah+3:1-15

  Pengkhotbah 3:1-15

   1  Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit
      ada waktunya.
   2  Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu
      untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
   3  ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada
      waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
   4  ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu
      untuk meratap; ada waktu untuk menari;
   5  ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan
      batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari
      memeluk;
   6  ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada
      waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
   7  ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu
      untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
   8  ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu
      untuk perang, ada waktu untuk damai.
   9  Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih
      payah?
  10  Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada
      anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
  11  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia
      memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak
      dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai
      akhir.
  12  Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada
      bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.
  13  Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati
      kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah
      pemberian Allah.
  14  Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap
      ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat
      dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan
      Dia.
  15  Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama
      ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+16-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+16-18


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com