Sabtu, 31 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Februari 01 -- KUALIFIKASI PELAYAN

. Sabtu, 31 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 31 Jan 2015 23:28
Subjek: (e-RH) Februari 01 -- KUALIFIKASI PELAYAN
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 1 Februari 2015
Bacaan : Kisah Para Rasul 6:1-7
Setahun: Imamat 1-3
Nats: Karena itu, Saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu,
      yang terkenal baik dan penuh Roh dan hikmat, supaya kami
      mengangkat mereka untuk tugas itu. (Kisah Para Rasul 6:3)

Judul:

                         KUALIFIKASI PELAYAN

  Sebagian orang beranggapan pelayanan tertentu lebih penting dari
  yang lain. Pemimpin pujian, pendoa syafaat, dan pengkhotbah dianggap
  sangat penting sehingga harus ada persiapan khusus sebelum melayani.
  Sebaliknya, penerima tamu dan pengumpul persembahan terkesan kurang
  penting, dapat dilakukan oleh siapa saja sekalipun tanpa persiapan
  khusus. Benarkah demikian?



  Jemaat mula-mula mengalami persoalan karena kurangnya tenaga
  pelayan. Seiring dengan semakin banyaknya jumlah orang percaya,
  timbul sungut-sungut di antara orang Yahudi berbahasa Yunani.
  Pelayanan sosial sehari-hari terhadap janda-janda mereka terabaikan
  (ay. 1). Lalu para rasul pun menangani pelayanan meja sehingga tugas
  utama mereka untuk memberitakan firman dan berdoa terbengkalai (ay.
  2, 4). Sadar akan hal itu, para rasul meminta agar jemaat memilih
  tujuh orang pelayan tambahan untuk "melayani meja". Tugas mereka
  'hanya' mendistribusikan makanan harian kepada jemaat yang kurang
  mampu. Tugas yang ringan, mudah, dan dapat dikerjakan semua orang,
  pikir beberapa orang.



  Tetapi, tidak bagi para rasul. Mereka meminta orang "yang terkenal
  baik, dan yang penuh Roh dan hikmat". Ya, para pelayan Tuhan adalah
  mereka yang telah menunjukkan buah imannya dan sungguh-sungguh
  mengenal Allah. Allah tidak mengistimewakan pelayanan yang satu dan
  mengabaikan yang lain. Pelayanan sekecil apa pun tidak boleh kita
  lakukan dengan asal-asalan karena kita melayani Allah yang
  mahaagung, suci, dan sempurna, namun penuh kasih. --Hembang Tambun
  /Renungan Harian

        ALLAH YANG AGUNG DAN SEMPURNA TIDAK LAYAK MENDAPATKAN
        PELAYANAN ASAL JADI DARI MEREKA YANG DISELAMATKAN-NYA.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/02/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:         http://alkitab.sabda.org/?Kisah+Para+Rasul+6:1-7

  Kisah Para Rasul 6:1-7

   1  Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah
      sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani
      terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda
      mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari.
   2  Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid
      berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami
      melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
   3  Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu,
      yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami
      mengangkat mereka untuk tugas itu,
   4  dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan
      pelayanan Firman."
   5  Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih
      Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus,
      Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang
      penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
   6  Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul
      itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
   7  Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin
      bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan
      percaya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Imamat+1-3
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+1-3


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 30 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 31 -- KETINGGALAN

. Jumat, 30 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 30 Jan 2015 23:23
Subjek: (e-RH) Januari 31 -- KETINGGALAN
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 31 Januari 2015
Bacaan : Wahyu 2:1-7
Setahun: Keluaran 40
Nats: Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!
      Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.
      (Wahyu 2:5)

Judul:

                             KETINGGALAN

  Ada pengalaman unik di perjalanan bisnis paman saya. Mobilnya
  berhenti di pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Setelah tangki
  penuh, sopir segera membawa mobil melaju. Sementara paman tertinggal
  karena sedang berada di kamar kecil. Setibanya di tujuan barulah
  sopir itu menyadari bahwa atasannya tidak berada bersamanya di dalam
  mobil.


  Jemaat di Efesus boleh diacungi jempol untuk banyak hal. Ibarat
  kendaraan mereka melaju cukup kencang dengan tangki bahan bakar
  penuh. Dalam hal kegiatan, mereka tidak mengenal lelah. Kesediaan
  mereka dalam berkurban tidak perlu disangsikan. Pengajaran tidak
  perlu ditanya: mereka demikian kokoh. Sedikit saja ada ajaran sesat,
  langsung dibabat. Namun, Tuhan Yesus justru mencela mereka. Mengapa?
  Karena "penumpang utama" yang harus ada di tengah sebuah
  jemaat--yaitu kasih--justru tidak turut serta. Tertinggal jauh di
  belakang karena "... engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula"
  (ay. 4).


  Apa yang dilakukan oleh sopir paman saya tadi? Betul. Ia segera
  memutar kemudi menuju pom bensin untuk menjemput atasannya. Di
  tengah lajunya aktivitas pelayanan, gereja bisa kehilangan kasih.
  Begitu pun pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah, kasih bisa
  saja pudar. Jika hal itu terjadi, Anda mutlak harus "memutar arah".
  Bertobat. Berbalik arah. Segera kembali melakukan apa yang semula
  Anda lakukan (ay. 5): bertekun saling mengasihi. Bergegas
  "menjemput" kembali apa yang ketinggalan itu: kasih. Bersediakah
  Anda? --Pipi A Dhali /Renungan Harian

 TIDAK PERLU MALU UNTUK BELAJAR KEMBALI SALING MENGASIHI DARI AWAL,
      DARIPADA KASIH, SEBAGAI "PENUMPANG UTAMA" INI TERTINGGAL.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/31/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                    http://alkitab.sabda.org/?Wahyu+2:1-7

  Wahyu 2:1-7

   1  "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman
      dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya
      dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
   2  Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun
      ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap
      orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang
      menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian,
      bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
   3  Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan
      engkau tidak mengenal lelah.
   4  Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah
      meninggalkan kasihmu yang semula.
   5  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!
      Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.
      Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan
      mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak
      bertobat.
   6  Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala
      perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
   7  Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan
      Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi
      makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+40
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+40


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 28 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 29 -- MELIHAT KULIT LUAR

. Rabu, 28 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 28 Jan 2015 23:23
Subjek: (e-RH) Januari 29 -- MELIHAT KULIT LUAR
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Kamis, 29 Januari 2015
Bacaan : Rut 4:1-17
Setahun: Keluaran 35-37
Nats: Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan
      dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu
      mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. (Rut 4:13)

Judul:

                          MELIHAT KULIT LUAR

  Ketika ia berusia 7 tahun, keluarganya diusir dari rumah karena
  masalah hukum. Pada usia 9 tahun, ibunya meninggal. Ia kehilangan
  pekerjaan yang sangat dibutuhkan pada usia 22 tahun. Empat tahun
  kemudian, ia terjerat utang besar karena bermitra dengan orang yang
  salah. Pada umur 41 tahun, pernikahannya berantakan, bahkan anak
  laki-lakinya yang masih kecil meninggal. Ketika usianya memasuki
  hampir setengah abad, ia mencalonkan diri sebagai anggota senat
  untuk kesekian kalinya, dan lagi-lagi gagal. Tetapi, pada akhirnya,
  Amerika Serikat mengangkatnya menjadi Presiden. Ia tidak lain adalah
  Abraham Lincoln.



  Kebanyakan orang hanya melihat lapisan luar. Mereka kagum atau
  bahkan iri akan kesuksesan seseorang. Dan jarang melacak proses
  menuju puncak itu. Air mata. Perlakuan tidak adil. Kesepian. Rasa
  sakit. Hal itu tidak diperhitungkan. Apakah kita menganggap Rut
  sebagai perempuan paling beruntung sedunia karena dinikahi Boas,
  seorang pengusaha kaya raya? Mungkin kita berpikir, "Alangkah
  bahagianya dia, seorang janda namun dipinang oleh perjaka. Rut pasti
  senang bukan main, hidupnya yang kekurangan berubah jadi
  berkelimpahan." Kita lupa dengan kesetiaannya mengikut Naomi. Kita
  tidak memperhatikan keuletannya dalam bertahan hidup. Kita tidak
  menghitung berapa banyak air mata yang berlelehan.



  Hari ini kalau kita melihat keberhasilan seseorang, jangan buru-buru
  cemburu. Lihatlah lebih dalam. Perhatikan dengan saksama. Belajarlah
  dari proses yang dialaminya. --Imelda Saputra /Renungan Harian

     JIKA RUMPUT DI HALAMAN TETANGGA KITA TERLIHAT LEBIH HIJAU,
               PASTILAH BIAYA PERAWATANNYA LEBIH BESAR.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                     http://alkitab.sabda.org/?Rut+4:1-17

  Rut 4:1-17

   1  Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan
      lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas:
      "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka
      datanglah ia, lalu duduk.
   2  Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu,
      dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.
   3  Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: "Tanah milik kepunyaan
      saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah
      pulang dari daerah Moab.
   4  Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai
      berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di
      sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau
      menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya,
      beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang
      yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku."
      Lalu berkatalah ia: "Aku akan menebusnya."
   5  Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari
      tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri
      orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di
      atas milik pusakanya."
   6  Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat
      menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri.
      Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus,
      sebab aku tidak dapat menebusnya."
   7  Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan
      menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara,
      maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan
      memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang
      mensahkan perkara di Israel.
   8  Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang
      membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.
   9  Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua
      orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa
      segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku
      beli dari tangan Naomi;
  10  juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi
      isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas
      milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap
      dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota.
      Kamulah pada hari ini menjadi saksi."
  11  Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para
      tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat
      perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan
      Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah
      engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di
      Betlehem,
  12  keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang
      dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan
      diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!"
  13  Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan
      dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu
      mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
  14  Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah
      TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan
      seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.
  15  Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau
      pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi
      engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu
      dari tujuh anak laki-laki."
  16  Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada
      pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya.
  17  Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu,
      katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu
      mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+35-37
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+35-37


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 23 Januari 2015

. Jumat, 23 Januari 2015
0 komentar

YAKUB DI BETEL UNTUK KEDUA KALINYA

1. Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu."
2. Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.
3. Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh."
4. Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.
5. Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.
6. Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan--yaitu Betel--,ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia.
7. Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya.

Klik disini untuk melanjutkan »»
.
0 komentar

DINA DAN SIKHEM

1. Pada suatu kali pergilah Dina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu.
2. Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya.
3. Tetapi terikatlah hatinya kepada Dina, anak Yakub; ia cinta kepada gadis itu, lalu menenangkan hati gadis itu.
4. Sebab itu berkatalah Sikhem kepada Hemor, ayahnya: "Ambillah bagiku gadis ini untuk menjadi isteriku."
5. Kedengaranlah kepada Yakub, bahwa Sikhem mencemari Dina. Tetapi anak-anaknya ada di padang menjaga ternaknya, jadi Yakub mendiamkan soal itu sampai mereka pulang.
6. Lalu Hemor ayah Sikhem, pergi mendapatkan Yakub untuk berbicara dengan dia.
7. Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan.

Klik disini untuk melanjutkan »»
.
0 komentar

YAKUB BERBAIK KEMBALI DENGAN ESAU

1. Yakub pun melayangkan pandangnya, lalu dilihatnyalah Esau datang dengan diiringi oleh empat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu.
2. Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di belakang sekali.
3. Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.
4. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.
5. Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: "Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?" Jawab Yakub: "Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini."
6. Sesudah itu mendekatlah budak-budak perempuan itu beserta anak-anaknya, lalu mereka sujud.
7. Mendekat jugalah Lea beserta anak-anaknya, dan mereka pun sujud. Kemudian mendekatlah Yusuf beserta Rahel, dan mereka juga sujud.

Klik disini untuk melanjutkan »»
.
0 komentar

YAKUB TAKUT BERTEMU DENGAN ESAU

1. Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikat-malaikat Allah dengan dia.
2. Ketika Yakub melihat mereka, berkatalah ia: "Ini bala tentara Allah." Sebab itu dinamainyalah tempat itu Mahanaim.
3. Sesudah itu Yakub menyuruh utusannya berjalan lebih dahulu mendapatkan Esau, kakaknya, ke tanah Seir, daerah Edom.
4. Ia memerintahkan kepada mereka: "Beginilah kamu katakan kepada tuanku, kepada Esau: Beginilah kata hambamu Yakub: Aku telah tinggal pada Laban sebagai orang asing dan diam di situ selama ini.
5. Aku telah mempunyai lembu sapi, keledai dan kambing domba, budak laki-laki dan perempuan, dan aku menyuruh memberitahukan hal ini kepada tuanku, supaya aku mendapat kasihmu."
6. Kemudian pulanglah para utusan itu kepada Yakub dan berkata: "Kami telah sampai kepada kakakmu, kepada Esau, dan iapun sedang di jalan menemui engkau, diiringi oleh empat ratus orang."
7. Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan.
8. Sebab pikirnya: "Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput."

Klik disini untuk melanjutkan »»
.
0 komentar

YAKUB LARI MENINGGALKAN LABAN

1. Kedengaranlah kepada Yakub anak-anak Laban berkata demikian: "Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun segala kekayaannya."
2. Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya.
3. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: "Pulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan menyertai engkau."
4. Sesudah itu Yakub menyuruh memanggil Rahel dan Lea untuk datang ke padang, ke tempat kambing dombanya,
5. lalu ia berkata kepada mereka: "Telah kulihat dari muka ayahmu, bahwa ia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku, tetapi Allah ayahku menyertai aku.
6. Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah bekerja sekuat-kuatku pada ayahmu.
7. Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku.
8. Apabila ia berkata: yang berbintik-bintiklah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang berbintik-bintik; dan apabila ia berkata: yang bercoreng-corenglah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang bercoreng-coreng.
9. Demikianlah Allah mengambil ternak ayahmu dan memberikannya kepadaku.
10. Pada suatu kali pada masa kambing domba itu suka berkelamin, maka aku bermimpi dan melihat, bahwa jantan-jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang.
11. Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan!
12. Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang, sebab telah Kulihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu.
13. Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu."

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 20 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 21 -- IMAN YANG SEDERHANA

. Selasa, 20 Januari 2015
0 komentar


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 20 Januari 2015 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 21 -- IMAN YANG SEDERHANA
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 21 Januari 2015
Bacaan : Matius 8:5-13
Setahun: Keluaran 11-13
Nats: Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya, "Tuan, aku tidak layak
      menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah
      kata, maka hambaku itu akan sembuh. (Matius 8:8)

Judul:

                         IMAN YANG SEDERHANA

  Seorang anak kecil tampak kebingungan mencari bola kecilnya.
  Setelah beberapa waktu mondar-mandir tanpa hasil, ia secara spontan
  berdoa, "Tuhan, tolong temukan bolaku." Bola itu tadi menggelinding
  menuruni jalan di depan rumah. Setiap orang di rumah telah berusaha
  ikut mencarinya, tetapi tidak ada yang menemukannya. Keesokan
  harinya, anak itu melompat-lompat kegirangan sambil bersorak, "Mama,
  Yesus telah membawa kembali bolaku!" Sang ibu menengok dari jendela
  dan melihat bola itu tergeletak di atas rumput. Bagaimana mungkin
  bola itu bisa ada di sana? Tidak ada yang tahu. Tetapi, anak kecil
  itu merasa Yesus tidak terlalu sibuk untuk mendengarkan
  permintaannya.



  Perwira dalam bacaan hari ini mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan Sang
  Penguasa alam semesta, dan ia menyadari bahwa dirinya hanyalah
  bawahan yang harus taat dan percaya pada apa yang dikatakan tuannya.
  Ketika Yesus mengatakan bahwa Dia akan datang ke rumahnya dan
  menyembuhkan hambanya yang sakit itu, perwira itu buru-buru berkata,
  "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja
  sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh" (ay. 8). Yesus memuji
  iman perwira ini sebagai iman yang besar.



  Iman yang sederhana, namun sangat bermakna. Pengakuan tentang
  siapakah Yesus Kristus dalam hidup kita dan kepercayaan kita pada
  apa saja yang sanggup dilakukan-Nya, itulah iman! Iman yang
  sederhana ini akan memengaruhi sikap dan keyakinan kita kepada-Nya
  bahwa apa saja yang Dia katakan pasti terlaksana! --Samuel Yudi S
  /Renungan Harian

           IMAN MENGARAHKAN KITA PADA KEMAHAKUASAAN TUHAN,
                   BUKAN PADA KETIDAKMAMPUAN DIRI.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                  http://alkitab.sabda.org/?Matius+8:5-13

  Matius 8:5-13

   5  Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira
      mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
   6  "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia
      sangat menderita."
   7  Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
   8  Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak
      menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka
      hambaku itu akan sembuh.
   9  Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula
      prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu:
      Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia
      datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia
      mengerjakannya."
  10  Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada
      mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
      iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di
      antara orang Israel.
  11  Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan
      Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan
      Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
  12  sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam
      kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan
      kertak gigi."
  13  Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah
      kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga
      sembuhlah hambanya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Keluaran+11-13
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Keluaran+11-13


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 16 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 17 -- DILAYAKKAN

. Jumat, 16 Januari 2015
0 komentar


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 16 Januari 2015 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 17 -- DILAYAKKAN
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 17 Januari 2015
Bacaan : Roma 3:21-31
Setahun: Kejadian 49-50
Nats: Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan
      Allah, dan oleh anugerah-Nya telah dibenarkan dengan cuma-cuma
      melalui penebusan dalam Kristus Yesus. (Roma 3:23-24)

Judul:

                              DILAYAKKAN

  Agar dapat ditahbiskan menjadi pendeta di gereja kami, para
  sarjana teologi harus melalui serangkaian proses seleksi selama
  beberapa tahun. Setelah itu, seluruh calon dikumpulkan, dan ketua
  panitia menyampaikan keputusan mereka. "Setelah melakukan proses
  seleksi yang ketat, kami menyimpulkan, tidak ada satu orang calon
  pun yang layak melayani Tuhan dan ditahbiskan menjadi pendeta!"
  katanya. Perubahan mimik di wajah para calon pendeta terlihat jelas.
  Lalu ketua panitia melanjutkan, "Kita semua memang tidak layak
  melayani Tuhan. Tetapi, syukurlah, Tuhan Yesus melayakkan kita
  karena Dia sudah mengampuni dan menyelamatkan kita!"



  Semua manusia telah berdosa--sebuah kebenaran yang tak dapat
  disangkal. Namun, ketika manusia membandingkan dirinya dengan
  pendosa lain, sering kali mereka merasa lebih suci dan lebih layak
  di hadapan Tuhan. Padahal, jika dibandingkan dengan kekudusan Tuhan,
  kesalehan kita tak lebih dari kain kotor belaka (bd. Yes. 64:6).



  Dosa tidak melulu soal seberapa banyak pelanggaran yang kita
  lakukan. Dosa bukan hanya berupa tindakan; dosa adalah tabiat kita.
  Kita dilahirkan dalam dosa, dan kita bertumbuh dengan kecenderungan
  berdosa. Tetapi dalam anugerah-Nya, Allah bertindak untuk mengatasi
  dosa. Kristus yang tanpa dosa dibuat-Nya menanggung seluruh dosa
  kita agar kebenaran-Nya dapat dikenakan kepada kita. Dengan
  menyambut anugerah-Nya, kita dibaharui: menjadi manusia baru dengan
  status baru, yaitu anak Allah. Kita pun dilayakkan untuk melayani
  Dia. --Hembang Tambun /Renungan Harian

          KELAYAKAN KITA TIDAK BERSUMBER DARI DIRI SENDIRI,
    MELAINKAN DARI KEBENARAN KRISTUS YANG DIPAKAIKAN KEPADA KITA.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/17/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                   http://alkitab.sabda.org/?Roma+3:21-31

  Roma 3:21-31

  21  Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah
      dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan
      Kitab-kitab para nabi,
  22  yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua
      orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.
  23  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
      kemuliaan Allah,
  24  dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena
      penebusan dalam Kristus Yesus.
  25  Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian
      karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk
      menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa
      yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
  26  Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini,
      supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang
      percaya kepada Yesus.
  27  Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada!
      Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan
      berdasarkan iman!
  28  Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan
      bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
  29  Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia
      juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah
      Allah bangsa-bangsa lain!
  30  Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik
      orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak
      bersunat juga karena iman.
  31  Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman?
      Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+49-50
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+49-50


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Fwd: (e-RH) Januari 16 -- TERGODA DOSA

.
0 komentar


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 15 Januari 2015 23.10
Subjek: (e-RH) Januari 16 -- TERGODA DOSA
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Jumat, 16 Januari 2015
Bacaan : Kejadian 4:1-16
Setahun: Kejadian 46-48
Nats: Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?
      Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di
      depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus
      berkuasa atasnya. (Kejadian 4:7)

Judul:

                             TERGODA DOSA

  Setiap orang tentu pernah mengalami pencobaan atau godaan untuk
  berbuat dosa. Pencobaan itu berasal dari luar, dari segala sesuatu
  yang dijumpai, menggoda hati dengan memancing hawa nafsu. Akibatnya
  dapat terpancar luapan emosi, seperti cemburu, iri, tersinggung, dan
  amarah. Dalam keadaan seperti itu, suasana hati tidak lagi nyaman
  dan pikiran pun kerap menjadi gelap.



  Kain merasakan iri hati terhadap Habel, adiknya. Tuhan mengindahkan
  kurban persembahan Habel, namun mengabaikan persembahannya. Alkitab
  tidak menjelaskan alasan Tuhan. Kain tampaknya tidak dapat menerima
  keputusan Tuhan itu; bisa jadi ia merasa kehilangan harga diri
  sebagai kakak. Si jahat memanfaatkan kesempatan atas sikapnya itu.



  Kegalauan hati Kain terpancar dari wajahnya yang muram. Ia tergoda
  dan terpancing emosinya sehingga tega membunuh Habel. Ia tidak lagi
  berpikir secara jernih karena dosa sudah menutupi pintu hatinya
  sehingga ia tidak mampu mengendalikan diri. Kain melampiaskan
  amarahnya pada Habel yang sesungguhnya tidak bersalah. Rasa iri
  membangkitkan amarahnya dan kemudian mendorongnya melakukan tindakan
  keji.



  Tidak semestinya Kain jatuh ke dalam dosa jika saja ia mau belajar
  memahami apa yang menyenangkan hati Allah. Tetapi dia tidak
  melakukan introspeksi, malah mencari kambing hitam. Sering kali kita
  juga terjebak emosi seperti Kain, ketenangan hati kita terusik dan
  menjadi galau, sehingga kita tergoda oleh dosa. Waspadalah! --Jap
  Sutedja /Renungan Harian

             SUASANA HATI YANG GALAU MEMBUTAKAN PIKIRAN.
            KETENANGAN HATI ADALAH KUNCI PENGUASAAN DIRI.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/16/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+4:1-16

  Kejadian 4:1-16

   1  Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan
      mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata
      perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan
      pertolongan TUHAN."
   2  Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi
      gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
   3  Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan
      sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban
      persembahan;
   4  Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung
      kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan
      Habel dan korban persembahannya itu,
   5  tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu
      hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
   6  Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu
      muram?
   7  Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?
      Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di
      depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus
      berkuasa atasnya."
   8  Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang."
      Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel,
      adiknya itu, lalu membunuh dia.
   9  Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya:
      "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
  10  Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu
      berteriak kepada-Ku dari tanah.
  11  Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang
      mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari
      tanganmu.
  12  Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan
      memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi
      seorang pelarian dan pengembara di bumi."
  13  Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada
      yang dapat kutanggung.
  14  Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan
      tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di
      bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah
      akan membunuh aku."
  15  Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang
      membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat."
      Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh
      oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.
  16  Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod,
      di sebelah timur Eden.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+46-48
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+46-48


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 13 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 13 -- POTENSI KECIL

. Selasa, 13 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 12 Jan 2015 23:31
Subjek: (e-RH) Januari 13 -- POTENSI KECIL
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 13 Januari 2015
Bacaan : Yohanes 6:1-15
Setahun: Kejadian 37-39
Nats: Di sini ada seorang anak yang mempunyai lima roti jelai dan dua
      ikan; tetapi apa artinya itu untuk orang sebanyak ini? (Yohanes
      6:9)

Judul:

                            POTENSI KECIL

  Dalam kisah Yesus memberi makan lima ribu orang, kita mendapatkan
  pelajaran yang penting. Ternyata, potensi sekecil apa pun dapat
  bermanfaat apabila dipersembahkan untuk pekerjaan Tuhan.



  Ada dua orang murid yang disebut namanya dalam kisah ini, yakni
  Filipus dan Andreas. Ketika Tuhan Yesus bertanya, "Di manakah kita
  akan membeli roti, supaya mereka dapat makan?", Filipus menjawab,
  "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini,
  sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Jawaban
  Filipus ini mencerminkan sikapnya yang membatasi diri dengan potensi
  yang ada ketika menghadapi masalah.



  Sedangkan Andreas, sebagaimana ia pernah membawa Simon, saudaranya,
  kepada Yesus, kali ini ia membawa seorang anak yang memiliki lima
  roti jelai dan dua ikan kepada Yesus. Sekali lagi Andreas berfungsi
  sebagai pengantara. Bukankah ini langkah yang tepat? Namun,
  sebagaimana Filipus, Andreas juga mengecilkan arti potensi yang ada,
  "Tetapi apa artinya itu untuk orang sebanyak ini?"



  Walaupun demikian kita mengetahui akhir kisah ini, yakni bahwa
  pemberian anak tersebut, di tangan Yesus, menjadi berkat bagi lima
  ribu orang. Bahkan tersisa dua belas bakul. Potensi sekecil apa pun,
  di tangan Yesus dapat menjadi berdaya guna besar untuk pekerjaan
  Tuhan bagi kesejahteraan sesama.



  Jadi, jangan sekali-kali kita meremehkan potensi seperti itu.
  Letakkan di tangan Tuhan. Dia tidak terbatasi oleh jumlah, dan Dia
  rindu memberkati umat-Nya. Selanjutnya, biarlah mukjizat-Nya
  terjadi. --Herodion Pitrakarya G /Renungan Harian

       DALAM TANGAN TUHAN, HAL YANG KECIL ITU BISA JADI BESAR;
     SEBALIKNYA, TANPA TUHAN, HAL YANG BESAR PUN BISA JADI KECIL.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/13/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                 http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:1-15

  Yohanes 6:1-15

   1  Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu
      danau Tiberias.
   2  Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka
      melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap
      orang-orang sakit.
   3  Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan
      murid-murid-Nya.
   4  Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat.
   5  Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang
      banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia
      kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya
      mereka ini dapat makan?"
   6  Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu,
      apa yang hendak dilakukan-Nya.
   7  Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak
      akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat
      sepotong kecil saja."
   8  Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon
      Petrus, berkata kepada-Nya:
   9  "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan
      dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
  10  Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat
      itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima
      ribu laki-laki banyaknya.
  11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan
      membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian
      juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka
      kehendaki.
  12  Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya:
      "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang
      terbuang."
  13  Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul
      penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih
      setelah orang makan.
  14  Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya,
      mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan
      datang ke dalam dunia."
  15  Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa
      Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula
      ke gunung, seorang diri.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+37-39
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+37-39


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 12 Januari 2015

. Senin, 12 Januari 2015
0 komentar

1. Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: "Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati."
2. Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: "Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?"
3. Kata Rahel: "Ini Bilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia aku pun mempunyai keturunan."
4. Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu.
5. Bilha mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
6. Berkatalah Rahel: "Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Dan.
7. Mengandung pulalah Bilha, budak perempuan Rahel, lalu melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 11 Januari 2015

Fwd: (e-RH) Januari 12 -- KETIDAKPASTIAN

. Minggu, 11 Januari 2015
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 11 Jan 2015 23:25
Subjek: (e-RH) Januari 12 -- KETIDAKPASTIAN
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 12 Januari 2015
Bacaan : Amsal 3:1-6
Setahun: Kejadian 34-36
Nats: Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah
      bersandar kepada pengertianmu sendiri. (Amsal 3:5)

Judul:

                            KETIDAKPASTIAN

  Dalam wawancara dengan psikolog yang mendampingi para keluarga
  korban kasus hilangnya pesawat Malaysian Airlines MH370 pada Maret
  2014, disebutkan bahwa beban utama keluarga adalah ketidakpastian.
  Manusia tidak tahu bagaimana harus bersikap dalam ketidakpastian.
  Kebingungan akibat ketidakpastian membuat emosi sebagian orang
  menjadi tidak stabil. Satu hari ia berpengharapan besar; esoknya ia
  bisa frustrasi dan depresi. Itulah yang mereka alami.



  Sebagai makhluk yang terbatas, ketidakpastian adalah suatu
  keniscayaan hidup. Tentu kadarnya berbeda-beda bagi tiap orang,
  tergantung pada situasi yang sedang dihadapi. Cara-cara orang
  menyikapinya juga berlainan. Ada yang memilih untuk mengabaikannya,
  ada yang mencari jaminan semu melalui uang atau kekuasaan, dan ada
  yang menyerah pada nasib.



  Bagi orang percaya, Alkitab mengajarkan untuk memercayakan hidup
  kita kepada Tuhan. Sebab Dia bukan hanya Tuhan yang mahakuasa dan
  mahatahu, tapi juga mahabaik dan mengasihi kita. Karena itu, kita
  bisa beriman penuh kepada-Nya tentang hidup dan masa depan kita.



  Iman yang demikian memampukan kita menjalani hidup yang berbuah.
  Hidup kita tidak dikekang kekhawatiran akan masa depan. Hidup kita
  juga tidak lagi dipenuhi dengan kebutuhan mengurusi diri sendiri dan
  mencari jaminan semu akan masa depan kita. Sebaliknya, kita bisa
  mengisi hidup ini untuk menjadi berkat bagi orang lain dan membawa
  mereka menemukan Tuhan yang memegang hidup kita. --Alison Subiantoro
  /Renungan Harian

  BANYAK HAL TAK KUPAHAMI DALAM MASA MENJELANG, TAPI T'RANG BAGIKU INI:
         TANGAN TUHAN YANG PEGANG. (TUHAN YANG PEGANG, NKB 4)

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/12/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                    http://alkitab.sabda.org/?Amsal+3:1-6

  Amsal 3:1-6

   1  Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah
      hatimu memelihara perintahku,
   2  karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan
      ditambahkannya kepadamu.
   3  Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
      Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
   4  maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan
      Allah serta manusia.
   5  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah
      bersandar kepada pengertianmu sendiri.
   6  Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan
      jalanmu.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+34-36
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+34-36


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»
.
0 komentar

YAKUB DI RUMAH LABAN

Kejadian 29:1-35
1. Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur.

2. Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar;
3. dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu.
4. Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran."
5. Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal."
6. Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya."

Klik disini untuk melanjutkan »»

Fwd: (e-RH) Januari 11 -- MAKAN UNTUK HIDUP

.
0 komentar

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 10 Jan 2015 23:26
Subjek: (e-RH) Januari 11 -- MAKAN UNTUK HIDUP
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Minggu, 11 Januari 2015
Bacaan : Kejadian 3:1-7, Matius 4:1-4
Setahun: Kejadian 31-33
Nats: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari
      setiap firman yang keluar dari mulut Allah. (Matius 4:4)

Judul:

                          MAKAN UNTUK HIDUP

  Berapa banyak dari kita yang suka pilih-pilih makanan? Bukan
  sekadar memilih kandungan gizinya, melainkan memilih berdasarkan
  nilai gengsinya. Makan di tempat yang mewah, berkelas, bahkan
  meluangkan waktu dan anggaran khusus demi mencoba menu tertentu. Ada
  pula yang merasa puas jika telah membagikan foto menu rumah makan
  ternama di media sosial. Ada orang yang menghabiskan banyak waktu
  untuk urusan makan, seakan makanan adalah hal terpenting untuk
  dikejar dalam hidup ini. Padahal makanan bersifat sementara.



  Adam-Hawa dan Yesus mengalami pergumulan serupa. Mereka dicobai
  Iblis dengan iming-iming makanan. Tetapi, pilihan mereka berbeda.
  Adam dan Hawa memilih memenuhi hasrat jasmani dengan memakan buah
  yang dilarang Allah. Adapun Yesus memilih taat kepada Bapa dan
  melawan bujukan Iblis. Jika diperhatikan, sebenarnya Yesus sangat
  membutuhkan roti, sedangkan Adam dan Hawa masih dapat memakan buah
  yang lain. Yesus tidak melakukannya karena Dia tak mau tunduk kepada
  Iblis. Dia tetap fokus pada kekekalan meski secara jasmani Dia perlu
  makan.



  Dari kisah Adam dan Yesus, ada dua prinsip hidup yang dapat kita
  pilih. Pertama, prinsip "hidup untuk makan". Orang tipe ini akan
  memanfaatkan hidupnya untuk mencari kepuasan dengan "makanan"
  (hal-hal fana). Kesuksesan duniawi menjadi fokus hidup mereka.
  Sedangkan prinsip kedua adalah "makan untuk hidup". Orang tipe ini
  berfokus kepada Tuhan dan menggunakan "makanan" sebagai sarana
  bersahabat dengan Tuhan, Sang Hidup. Mana yang menjadi prinsip hidup
  Anda? --Endang B Lestari /Renungan Harian

          HIDUP UNTUK MAKAN MEMBUAT KITA KEHILANGAN "HIDUP".
       TETAPI, MAKAN UNTUK HIDUP MEMBUAT KITA BEROLEH "HIDUP".

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/01/11/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:   http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+3:1-7,+Matius+4:1-4

  Kejadian 3:1-7, Matius 4:1-4

   1  Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di
      darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada
      perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam
      taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
   2  Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan
      dalam taman ini boleh kami makan,
   3  tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah
      berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu
      mati."
   4  Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu
      tidak akan mati,
   5  tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu
      akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang
      yang baik dan yang jahat."
   6  Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan
      dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena
      memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan
      dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang
      bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
   7  Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka
      telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat
      cawat.
   1  Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
   2  Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam,
      akhirnya laparlah Yesus.
   3  Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika
      Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi
      roti."
   4  Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari
      roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut
      Allah."

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+31-33
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Kejadian+31-33


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com