Minggu, 28 Desember 2014

Fwd: (e-RH) Desember 29 -- MENERJANG BATAS

. Minggu, 28 Desember 2014

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 28 Des 2014 23:24
Subjek: (e-RH) Desember 29 -- MENERJANG BATAS
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Senin, 29 Desember 2014
Bacaan : Kejadian 2:1-17; 3:1-7
Setahun: Wahyu 17-18
Nats: Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya
      juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya
      pun memakannya. (Kejadian 3:6)

Judul:

                           MENERJANG BATAS

  Tamak adalah kerakusan yang tak bertepi. Tentang hal ini, ada yang
  berpendapat bahwa tamak adalah sebuah sikap, bukan sifat. Perhatikan
  saja, tak ada orang yang terlahir dengan sifat bawaan tamak.
  Pergaulan hiduplah yang membuatnya tamak. Benarkah ini?



  Adam dan Hawa diciptakan sebagai gambar Allah. Namun, karena bergaul
  dengan si ular jahat dan merespons bujukannya, mereka pun menjadi
  tamak. Padahal, coba bayangkan, betapa Sang Pencipta telah sangat
  bermurah hati kepada mereka. Dia mengaruniakan seluruh bumi beserta
  Taman Eden nan permai. Semua pohon boleh dimakan buahnya--kecuali
  pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Namun, Adam dan Hawa bersikap
  tamak. Apa yang bukan menjadi hak mereka, justru mereka rampas.
  Mereka memilih untuk mengikuti kemauan sendiri dan menolak taat pada
  batas yang ditentukan Sang Pencipta.



  Lihatlah, bagaimana manusia menjadi rakus--mereka bahkan sampai
  berani menerjang batas. Sikap tamak membuat manusia tak pernah
  merasa cukup, bahkan sekalipun ia sudah memiliki seisi bumi. Manusia
  terus menuntut lebih banyak meskipun Tuhan sudah memberkatinya
  dengan berkelimpahan. Pantaskah hal ini?



  Tak seorang pun ingin disebut tamak. Namun, semua orang sebenarnya
  berpeluang menjadi tamak. Maka, periksalah hati kita sekarang dan
  mawas diri. Sebab, di situlah sikap tamak itu bisa bersarang. Sang
  pemazmur berpesan: "Dengan apakah seorang muda mempertahankan
  kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan Firman-Mu" (Mzm.
  119:9). --Susanto /Renungan Harian

            BUMI CUKUP MELIMPAH BAGI SEMUA UMAT MANUSIA,
             NAMUN TAK CUKUP BAGI SATU ORANG YANG TAMAK.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/12/29/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+2:1-17
                              http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+3:1-7

  Kejadian 2:1-17

   1  Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
   2  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan
      yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari
      segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
   3  Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya,
      karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan
      penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
   4  Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan.
      Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --
   5  belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan
      apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke
      bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
   6  tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh
      permukaan bumi itu--
   7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah
      dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah
      manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
   8  Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur;
      disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
   9  Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi,
      yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon
      kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan
      tentang yang baik dan yang jahat.
  10  Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu,
      dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
  11  Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi
      seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
  12  Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan
      batu krisopras.
  13  Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir
      mengelilingi seluruh tanah Kush.
  14  Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di
      sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
  15  TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman
      Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
  16  Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua
      pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
  17  tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
      janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya,
      pastilah engkau mati."

  Kejadian 3:1-7

   1  Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di
      darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada
      perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam
      taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
   2  Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan
      dalam taman ini boleh kami makan,
   3  tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah
      berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu
      mati."
   4  Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu
      tidak akan mati,
   5  tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu
      akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang
      yang baik dan yang jahat."
   6  Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan
      dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena
      memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan
      dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang
      bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
   7  Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka
      telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat
      cawat.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Wahyu+17-18
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Wahyu+17-18


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com