Kamis, 25 Desember 2014

Fwd: (e-RH) Desember 23 -- MENJAGA HATI

. Kamis, 25 Desember 2014


---------- Pesan terusan ----------
Dari: e-RH <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 22 Desember 2014 23.10
Subjek: (e-RH) Desember 23 -- MENJAGA HATI
Kepada: e-RH <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>


e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 23 Desember 2014
Bacaan : Matius 1:18-25
Setahun: Wahyu 1-2
Nats: Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau
      mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud
      menceraikannya dengan diam-diam. (Matius 1:19)

Judul:

                             MENJAGA HATI

  Salah satu tokoh dalam peristiwa kelahiran Yesus Kristus adalah
  Yusuf. Dari keempat Injil, hanya Injil Matius yang memberikan
  deskripsi tentang suami Maria ini, yang digambarkan sebagai
  seseorang yang tulus hati.



  Dalam kehidupan masyarakat Yahudi, tahap pertunangan sama pentingnya
  dengan pernikahan, namun pasangan yang bertunangan belum
  diperbolehkan melakukan hubungan suami-istri. Ketidaksetiaan semasa
  pertunangan dianggap zinah dan, jika masyarakat mengetahui, hukuman
  rajam sudah menanti. Buku Tafsiran Alkitab Masa Kini menyebutkan
  bahwa ketulusan hati Yusuf mendorongnya melakukan hal yang benar
  secara hukum, tanpa harus mempermalukan tunangannya. Ia berencana
  memberikan surat talak kepada Maria di depan dua orang saksi atau
  "menceraikannya dengan diam-diam" (ay. 19).



  Ketulusan hati Yusuf berlanjut dengan ketaatannya kepada perintah
  Tuhan. Tanpa banyak kata, ia melaksanakan permintaan Tuhan, yaitu
  mengambil Maria sebagai istrinya, namun tidak bersetubuh dengannya
  sampai anak yang dikandungnya lahir. Karena tulus dan taat, Yusuf
  tidak bersikeras dengan rencananya dan tidak mengutamakan
  kehendaknya sendiri. Ia juga tidak berhitung untung-rugi saat harus
  menerima kehadiran anak yang bukan darah dagingnya.



  Sudahkah kita bersikap sebagai pribadi yang tulus hati sekaligus
  taat kepada-Nya dalam menjalankan peran kehidupan masingmasing? Baik
  di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat, maupun dalam
  pelayanan di gereja? --Sisilia Lilis /Renungan Harian

                    KETULUSAN HATI MENDORONG KITA
             UNTUK TAAT DAN MENGUTAMAKAN KEHENDAK TUHAN.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2014/12/23/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                 http://alkitab.sabda.org/?Matius+1:18-25

  Matius 1:18-25

  18  Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu
      Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung
      dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
  19  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau
      mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud
      menceraikannya dengan diam-diam.
  20  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan
      nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud,
      janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab
      anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
  21  Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia
      Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa
      mereka."
  22  Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh
      nabi:
  23  "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan
      seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"
      --yang berarti: Allah menyertai kita.
  24  Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang
      diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria
      sebagai isterinya,
  25  tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya
      laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Wahyu+1-2
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Wahyu+1-2


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com