Selasa, 03 Februari 2015

Fwd: (e-RH) Februari 04 -- RAJA KOK INFANTILE?

. Selasa, 03 Februari 2015

---------- Pesan Terusan----------
Dari: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Tanggal: 3 Feb 2015 23:25
Subjek: (e-RH) Februari 04 -- RAJA KOK INFANTILE?
Kepada: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 4 Februari 2015
Bacaan : 1 Raja-raja 21:1-19
Setahun: Imamat 9-10
Nats: Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati... Maka
      berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya
      dan tidak mau makan. (1 Raja-raja 21:4)

Judul:

                         RAJA KOK INFANTILE?

  Infantile adalah istilah Bahasa Prancis yang artinya adalah
  kenakan-kanakan. Infantile terjadi pada orang dewasa yang bersikap
  seperti anak kecil, yang apabila kemauannya tidak dituruti, akan
  ngambek, marah, tidak mau makan, dan sebagainya.



  Sikap infantile ini ditunjukkan oleh seorang raja yang berkuasa di
  Israel, yaitu Ahab. Kala itu ia mengingini kebun anggur Nabot yang
  terbentang di dekat istananya. Padahal, sebagai raja, ia tentu
  dikelilingi kekayaan berlimpah. Sementara itu, Nabot menolak untuk
  menjualnya karena kebun anggur itu merupakan pusaka nenek moyangnya
  (ay. 3). Sifat kekanak-kanakan Ahab muncul. Ia kecewa, marah,
  ngambek dan tidak mau makan. Istrinya, Izebel, dengan segera
  mengambil tindakan. Ia mengupayakan pembunuhan atas Nabot dan
  merampas kebun anggurnya. Dengan senang Ahab bangun untuk mengambil
  kebun itu (ay. 16). Namun demikian, atas tindakan mereka berdua, ada
  konsekuensi yang harus mereka terima. Hukuman Tuhan yang dinyatakan
  melalui nabi Elia tidak main-main dan mengerikan: "Beginilah firman
  Tuhan: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah
  anjing akan menjilat darahmu" (ay. 19).



  Sifat infantile ini sebenarnya ada dalam diri semua orang dewasa,
  entah ia orang berpangkat dan terkenal, entah ia orang biasa. Kita
  perlu waspada, terlebih dengan kedudukan yang memungkinkan kita
  bertindak sewenang-wenang. Jangan sampai muncul sikap
  kekanak-kanakan. Kiranya Tuhan mendewasakan kita, dari hari ke hari.
  --Debora Tioso /Renungan Harian

                   SYUKURILAH SEMUA YANG KITA PUNYA
                TANPA RASA IRI DAN DENGKI PADA SESAMA.

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2015/02/04/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:            http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+21:1-19

  1 Raja-raja 21:1-19

   1  Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel,
      mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja
      Samaria.
   2  Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun
      anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat
      rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih
      baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih
      suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang."
   3  Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari
      pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!"
   4  Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan
      gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu,
      kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek
      moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan
      menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan.
   5  Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa
      sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?"
   6  Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot,
      orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan
      bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan
      kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak
      akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu."
   7  Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang
      yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan
      biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun
      anggur Nabot, orang Yizreel itu."
   8  Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan
      meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan
      pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot.
   9  Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan
      suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat.
  10  Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka
      harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah
      mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan
      lemparilah dia dengan batu sampai mati."
  11  Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang
      diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel
      kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang
      dikirimkannya kepada mereka.
  12  Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan
      di antara rakyat.
  13  Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu,
      lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi
      terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: "Nabot telah mengutuk
      Allah dan raja." Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota,
      lalu melempari dia dengan batu sampai mati.
  14  Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan:
      "Nabot sudah dilempari sampai mati."
  15  Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari
      sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah
      kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena
      Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang,
      sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati."
  16  Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun
      dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk
      mengambil kebun itu menjadi miliknya.
  17  Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu,
      bunyinya:
  18  "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria.
      Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu
      menjadi miliknya.
  19  Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau
      telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya:
      Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah
      Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Imamat+9-10
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Imamat+9-10


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com