Selasa, 19 November 2013

Fwd: (e-RH) November 20 -- SIAPA YANG HILANG?

. Selasa, 19 November 2013
0 komentar

SIAPAKAH YANG HILANG

---------- Forwarded message ----------
From: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Date: Nov 19, 2013 11:25 PM
Subject: (e-RH) November 20 -- SIAPA YANG HILANG?
To: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 20 November 2013
Bacaan : Lukas 15:11-32
Setahun: Roma 4-7
Nats: Anak sulung itu marah dan ia tidak mau masuk. (Lukas 15:28)

Judul:

                          SIAPA YANG HILANG?

  Spontan kita akan menjawab: si bungsu. Ia meminta warisan kala
  sang ayah masih hidup, meninggalkan rumah, menghamburkan harta dalam
  pesta pora, memiskinkan diri, dan menggerogoti keluhuran martabatnya
  sebagai manusia. Lalu, saat tersadar akan kondisinya, ia terseok
  pulang, dan sang ayah menyambut dan memeluknya. Ya, si bungsulah si
  anak terhilang.



  Benarkah? Bisa jadi. Namun, jika kita menilik lagi kisahnya dengan
  baik, kita akan menemukan alternatif lain. Bukankah si bungsu yang
  kurang ajar ini akhirnya kembali ke dalam pelukan Bapa yang penuh
  kasih dan penerimaan? Sebaliknya, bukankah si sulung masih terus
  bergumul dengan kemarahannya hingga cerita berakhir? Bukankah ia tak
  mampu mengasihi adiknya seperti diteladankan sang ayah? Bukankah ia,
  karena merasa diperlakukan tidak adil, kehilangan kepekaan bahwa
  segala milik ayahnya adalah miliknya pula? Tidakkah si sulung
  sejatinya juga "hilang"?



  Jadi, siapa yang sebenarnya hilang dari kasih Tuhan? Jawabannya
  tergantung dari sikap batin dan sikap hidup orang terhadap kasih
  Tuhan yang lestari bak mentari. Bila orang mau membuka mata hati dan
  mengarahkan hidup kepada kasih Tuhan, sejauh apapun ia tersesat, ia
  dapat kembali pulang. Bila hati mati dan hidupnya beku dan kaku,
  sedekat apapun seseorang dengan Tuhan, bisa jadi ia tak tahu jalan
  menuju Tuhan, dan tersesat di tengah "terang" hari. Siapakah kita?
  Si bungsu atau si sulung? Siapapun kita, marilah pulang. Pulang ke
  dalam kasih Tuhan. Pulang ke lubuk hati-Nya. --Daniel K Listyabudi

          KELEMBUTAN HATI BAPA MENGUNDANG KITA UNTUK PULANG.
         MAUKAH KITA MENGHAMBUR KE DALAM HANGAT PELUKAN-NYA?

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/11/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                 http://alkitab.sabda.org/?Lukas+15:11-32

  Lukas 15:11-32

  11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
  12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku
      bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya
      membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
  13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya
      itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta
      miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
  14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di
      dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
  15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
      Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
  16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan
      babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
  17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang
      upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di
      sini mati kelaparan.
  18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya:
      Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
  19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku
      sebagai salah seorang upahan bapa.
  20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih
      jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh
      belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu
      merangkul dan mencium dia.
  21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga
      dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
  22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke
      mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan
      kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
  23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah
      kita makan dan bersukacita.
  24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah
      hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
  25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang
      dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian
      tari-tarian.
  26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa
      arti semuanya itu.
  27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah
      menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali
      dengan sehat.
  28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu
      ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
  29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku
      melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa,
      tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing
      untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
  30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta
      kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa
      menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
  31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama
      dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
  32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati
      dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Roma+4-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+4-7


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com