Selasa, 19 November 2013

Fwd: (e-RH) November 20 -- SIAPA YANG HILANG?

. Selasa, 19 November 2013
0 komentar

SIAPAKAH YANG HILANG

---------- Forwarded message ----------
From: "e-RH" <owner-i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Date: Nov 19, 2013 11:25 PM
Subject: (e-RH) November 20 -- SIAPA YANG HILANG?
To: "e-RH" <i-kan-akar-renungan-harian@hub.xc.org>
Cc:

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Rabu, 20 November 2013
Bacaan : Lukas 15:11-32
Setahun: Roma 4-7
Nats: Anak sulung itu marah dan ia tidak mau masuk. (Lukas 15:28)

Judul:

                          SIAPA YANG HILANG?

  Spontan kita akan menjawab: si bungsu. Ia meminta warisan kala
  sang ayah masih hidup, meninggalkan rumah, menghamburkan harta dalam
  pesta pora, memiskinkan diri, dan menggerogoti keluhuran martabatnya
  sebagai manusia. Lalu, saat tersadar akan kondisinya, ia terseok
  pulang, dan sang ayah menyambut dan memeluknya. Ya, si bungsulah si
  anak terhilang.



  Benarkah? Bisa jadi. Namun, jika kita menilik lagi kisahnya dengan
  baik, kita akan menemukan alternatif lain. Bukankah si bungsu yang
  kurang ajar ini akhirnya kembali ke dalam pelukan Bapa yang penuh
  kasih dan penerimaan? Sebaliknya, bukankah si sulung masih terus
  bergumul dengan kemarahannya hingga cerita berakhir? Bukankah ia tak
  mampu mengasihi adiknya seperti diteladankan sang ayah? Bukankah ia,
  karena merasa diperlakukan tidak adil, kehilangan kepekaan bahwa
  segala milik ayahnya adalah miliknya pula? Tidakkah si sulung
  sejatinya juga "hilang"?



  Jadi, siapa yang sebenarnya hilang dari kasih Tuhan? Jawabannya
  tergantung dari sikap batin dan sikap hidup orang terhadap kasih
  Tuhan yang lestari bak mentari. Bila orang mau membuka mata hati dan
  mengarahkan hidup kepada kasih Tuhan, sejauh apapun ia tersesat, ia
  dapat kembali pulang. Bila hati mati dan hidupnya beku dan kaku,
  sedekat apapun seseorang dengan Tuhan, bisa jadi ia tak tahu jalan
  menuju Tuhan, dan tersesat di tengah "terang" hari. Siapakah kita?
  Si bungsu atau si sulung? Siapapun kita, marilah pulang. Pulang ke
  dalam kasih Tuhan. Pulang ke lubuk hati-Nya. --Daniel K Listyabudi

          KELEMBUTAN HATI BAPA MENGUNDANG KITA UNTUK PULANG.
         MAUKAH KITA MENGHAMBUR KE DALAM HANGAT PELUKAN-NYA?

e-RH Situs:                                  http://renunganharian.net
e-RH arsip web:        http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/11/20/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
                      https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab:                 http://alkitab.sabda.org/?Lukas+15:11-32

  Lukas 15:11-32

  11  Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
  12  Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku
      bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya
      membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
  13  Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya
      itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta
      miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
  14  Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di
      dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
  15  Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
      Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
  16  Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan
      babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
  17  Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang
      upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di
      sini mati kelaparan.
  18  Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya:
      Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
  19  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku
      sebagai salah seorang upahan bapa.
  20  Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih
      jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh
      belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu
      merangkul dan mencium dia.
  21  Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga
      dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
  22  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke
      mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan
      kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
  23  Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah
      kita makan dan bersukacita.
  24  Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah
      hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
  25  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang
      dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian
      tari-tarian.
  26  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa
      arti semuanya itu.
  27  Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah
      menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali
      dengan sehat.
  28  Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu
      ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
  29  Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku
      melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa,
      tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing
      untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
  30  Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta
      kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa
      menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
  31  Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama
      dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
  32  Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati
      dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Bacaan Alkitab Setahun:
        http://alkitab.sabda.org/?Roma+4-7
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Roma+4-7


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
                Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
          Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

 Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
     Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 22 Oktober 2013

YANG DIKEHENDAKI ALLAH

. Selasa, 22 Oktober 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Rabu, 23 Oktober 2013 Bacaan : Yohanes 6:25-29 Setahun: Lukas 6-7 Nats: Lalu kata mereka kepada-Nya, "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dikehendaki Allah?" (Yohanes 6:28)
Judul:
YANG DIKEHENDAKI ALLAH
"Apakah yang harus kami perbuat supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Ini pertanyaan yang diajukan oleh orang banyak yang berbondong-bondong mengikuti Yesus setelah mereka dikenyangkan dengan roti. Bagi saya, pertanyaan seperti ini seharusnya juga menjadi pertanyaan kita. Kita rindu untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kehendak Allah. Apakah harus kita lakukan untuk hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya?
Sudah saatnya kita sebagai orang percaya tidak mencari hal-hal yang hanya mengarah pada pemenuhan kebutuhan pribadi. Tidak salah saat kita bertanya dan meminta agar Allah memenuhi keperluan kita sebab memang Allah memberi kita kehormatan untuk meminta sebagai anak-anak-Nya. Namun, sepatutnya kita juga tidak lalai untuk melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Allah. Inilah prioritas utama yang perlu terus-menerus tertanam dalam hidup kita.
Ketika kita memprioritaskan kehendak Allah dan melakukannya, tidak ada perkara apa pun yang perlu kita takutkan. Pertanyaannya: Pernahkah kita bertanya kepada Allah dan mengungkapkan kerinduan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya? Mempercayai Yesus Kristus adalah kehendak Allah! Itulah jawaban Yesus atas semua pertanyaan itu. Percaya artinya kita benarbenar mempercayakan hidup kepada-Nya. Jika kita mempercayakan segala sesuatu-perbuatan kita, pekerjaan kita, atau apa pun juga-segala sesuatu yang kita perbuat akan mendatangkan penghormatan bagi Allah dan kesejahteraan bagi sesama. --Samuel Yudi Susanto
MESKI TIDAK DAPAT DISEBUT GAMPANG, KEHENDAK ALLAH ITU TIDAK PELIK: AGAR KITA MEMERCAYAKAN SEGALA SESUATU KEPADA YESUS KRISTUS.
e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/10/23/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yohanes+6:25-29
Yohanes 6:25-29
25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" 26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." 28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" 29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+6-7 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+6-7
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 20 Oktober 2013

MERENDAHKAN ALLAH

. Minggu, 20 Oktober 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Senin, 21 Oktober 2013 Bacaan : Roma 1:18-32 Setahun: Lukas 2-3 Nats: Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. (Roma 1:21)
Judul:
MERENDAHKAN ALLAH
Seorang teman berkata bahwa kesetiaannya memberikan persembahan di gereja membuat Allah melipatgandakan persembahannya melalui usaha dan pekerjaannya. Persembahan itu merupakan investasi dalam Kerajaan Allah. Kelak ia akan mendapatkan keuntungan dari pemberiannya itu. Teman ini mengganggap Allah itu seperti perusahaan penanaman modal yang akan memberinya keuntungan suatu saat nanti.
Setiap kita pasti memiliki gambaran tentang Allah. Bagaimana gambaran Allah dalam pikiran kita sedikit banyak akan memengaruhi sikap kita kepada-Nya, yang akan terlihat dalam perilaku kita sehari-hari. Itulah kondisi yang digambarkan Paulus. Berangkat dari pemikiran yang keliru tentang Allah, orang-orang ini kemudian menggantikan kemuliaan Allah dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung, binatang berkaki empat, atau binatang menjalar (ay. 23). Akibatnya Allah meyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran (ay. 24), hawa nafsu yang memalukan (ay. 26), dan pikiran yang terkutuk (ay. 28). Dengan kata lain, kondisi batin mereka makin memburuk.
Pandangan yang rendah tentang Allah menghancurkan manusia itu sendiri dan juga menghambat kemajuan Injil. Pandangan yang benar tentang Allah merupakan dasar yang vital bagi kehidupan Kristen. A.W. Tozer menulis, "Menurut saya, hampir semua kesalahan dalam doktrin atau kegagalan dalam menerapkan etika Kristen berpangkal pada pandangan yang kurang sempurna dan kurang mulia tentang Allah." Bagaimana kita memandang Allah? --Piter Randan Bua
PANDANGAN YANG RENDAH TENTANG ALLAH MENDATANGKAN KEHANCURAN; PANDANGAN YANG BENAR TENTANG ALLAH MENDATANGKAN KETEGUHAN.
e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/10/21/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Roma+1:18-32
Roma 1:18-32
18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: 29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. 30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, 31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. 32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Lukas+2-3 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Lukas+2-3
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 15 Oktober 2013

MENOLONG YANG KELAPARAN

. Selasa, 15 Oktober 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Rabu, 16 Oktober 2013 Bacaan : Kisah Para Rasul 11:19-30 Setahun: Markus 8-9 Nats: Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan sumbangan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara seiman yang tinggal di Yudea. (Kisah Para Rasul 11:29)
Judul:
MENOLONG YANG KELAPARAN
Tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan masalah pangan, baik di tingkat global, regional maupun nasional. Di tengah kemajuan dan kemakmuran yang dinikmati banyak orang saat ini, masih banyak pula orang yang kekurangan makanan. Di beberapa negara, kelaparan terjadi karena perang yang tak kunjung usai, bencana alam, dan perubahan iklim.
Ketika Paulus dan Barnabas sedang melayani jemaat di Antiokhia, nabi Agabus datang dari Yerusalem dan menubuatkan kelaparan besar yang akan melanda dunia. Hal itu terjadi pada zaman Kaisar Klaudius, sekitar tahun 45 M. Beberapa sejarawan mencatat bencana kelaparan ini, yang menyebabkan banyak penduduk Yerusalem meninggal dunia.
Apa tanggapan mereka? Orang percaya menggalang pengumpulan dana dari berbagai jemaat untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang memerlukannya di Yerusalem (bd. 2 Kor 9). Jemaat-jemaat yang baru berdiri itu membantu jemaat di Yerusalem, seperti pos-pos pelayanan membantu gereja pusat. Mereka tidak mengerdilkan potensi mereka sendiri, tetapi melakukan aksi nyata sesuai dengan kemampuan untuk menganggung beban sesama orang percaya. Teladan akan kasih Kristuslah yang mendorong mereka melakukannya.
Saat ini di sekitar kita sebenarnya juga masih banyak orang yang kelaparan: para penghuni pemukiman kumuh, gelandangan di jalanan, dll. Tindakan nyata apa yang dapat kita lakukan untuk meringankan beban mereka? --Hembang Tambun
KETIKA KITA MEMBERI MAKAN KEPADA MEREKA YANG KELAPARAN, SESUNGGUHNYA KITA MEMPERSEMBAHKANNYA KEPADA TUHAN YESUS.
e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/10/16/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kis ah+Para+Rasul+11:19-30
Kisah Para Rasul 11:19-30
19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. 20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. 21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. 22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. 23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, 24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. 25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. 26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. 27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 28 Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 29 Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. 30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Markus+8-9 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+8-9
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 14 Oktober 2013

TAHU BATAS

. Senin, 14 Oktober 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Selasa, 15 Oktober 2013 Bacaan : Kejadian 39:1-23 Setahun: Markus 6-7 Nats: Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadapAllah? (Kejadian 39:9)
Judul:
TAHU BATAS
"Saat Yusuf masuk ruangan, teman-teman nyonya Potifar yang sedang mengiris-iris bawang terluka jarinya. Itu karena mata mereka berpindah pandangan dari bawang ke wajah Yusuf yang amat tampan dan memesona." Demikianlah penggalan cerita religius Arab yang hendak menggambarkan betapa elok paras Yusuf dan betapa besar dampaknya ketampanannya. Tidak heran jika istri Potifar terbakar asmara olehnya.
Sebetulnya bila Yusuf mau menyambut bujukan istri Potifar untuk tidur bersama (ay 7), bisa saja skandal itu aman. Istri Potifar mungkin akan berusaha keras menutupinya. Namun, pertimbangan Yusuf bukan sekadar hitung-hitungan situasional. Ia melihat semua peristiwa ini dari sudut pandang spiritual, yakni dalam konteks hubungan seseorang di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu ketika istri Potifar menggodanya secara seksual, respon Yusuf jelas. Katanya, "Bagaimana mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (ay. 9b). Yusuf bukan saja tahu batas wewenang yang diberikan oleh Potifar kepadanya (ay. 9a), ia terlebih lagi juga tahu batas mana yang ditentukan Tuhan. Bagi Yusuf, tarikan garis batas yang jelas itu mengundang adanya sikap yang tegas. Itulah Yusuf, orang yang tak hanya elok parasnya, namun juga elok spiritualitasnya.
Kita tahu bahwa godaan yang mendatangi kita bukanlah hal yang batasnya tak jelas. Namun, tahu saja tidak cukup. Kita diminta bertindak pas dengan apa yang kita tahu sebagai batas yang tak boleh diterabas itu. --Daniel K Listyabudi
KEELOKAN HATI MEMBENTENGI KITA TERHADAP GODAAN YANG MENYERANG BERTUBI.
e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/10/15/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kejadian+39:1-23
Kejadian 39:1-23
1 Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. 2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. 3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, 4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. 5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. 6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. 7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." 8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, 9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" 10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia. 11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah. 12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar. 13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, 14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. 15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." 16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang. 17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku. 18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." 19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya. 20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. 21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. 22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. 23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Markus+6-7 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+6-7
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 13 Oktober 2013

MALNUTRISI ROHANI

. Minggu, 13 Oktober 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Senin, 14 Oktober 2013 Bacaan : 2 Timotius 3:10-17 Setahun: Markus 4-5 Nats: Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Judul:

MALNUTRISI ROHANI

Konsep makanan bergizi empat sehat lima sempurna dikenal luas di negeri ini. Sayangnya, belum seluruh warga masyarakat menerapkannya. Ada yang terbentur keterbasan ekonomi sehingga tidak mampu memperoleh bahan makanan yang memadai. Ada pula yang tahu dan mampu mendapatkan makanan bergizi, namun mengabaikannya dan makan secara sembrono.

Bukan hanya tubuh yang memerlukan makanan bergizi; jiwa dan roh kita juga memerlukannya. Dari mana jiwa dan roh mendapatkan asupan gizi yang menyehatkan? Sumber utamanya tidak lain firman Tuhan. Menurut Paulus, firman Tuhan mengandung manfaat yang komplet: pengajaran yang benar dan sehat, penyadaran akan dosa dan kesalahan, perbaikan karakter dan perilaku, serta pendidikan dan pembinaan dalam kebenaran.

Soal ketersediaan, firman Tuhan yang ajaib ini relatif mudah diperoleh. Selain melalui kitab suci yang tercetak, kita juga dapat mengaksesnya melalui berbagai perangkat digital. Masalahnya, seberapa haus dan laparkah kita akan firman-Nya? Apakah kita meluangkan waktu setiap hari untuk menyimak dan mempelajarinya? Dan, apakah kita menjadikan Alkitab sebagai standar kebenaran serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?

Jika kita tahu manfaat firman Tuhan, namun memilih mengabaikannya dan hidup secara sembrono, kita akan mengalami malnutrisi rohani. Kerohanian kita tidak akan bertumbuh, dan kehidupan kita tidak berbuah lebat bagi kemuliaan Tuhan. Tentu kita tidak menginginkan keadaan yang seperti itu, bukan? --Widodo Surya Putra

KEHIDUPAN ROHANI YANG BERTUMBUH DAN BERBUAH DIMULAI DARI KECUKUPAN ASUPAN "GIZI" ROHANI.

e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/10/14/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?2+Timotius+3:10-17

2 Timotius 3:10-17

10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. 12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. 15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Markus+4-5 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Markus+4-5

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 01 Oktober 2013

DI PERUT IKAN

. Selasa, 01 Oktober 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Rabu, 2 Oktober 2013 Bacaan : Yunus 2:1-10 Setahun: Matius 5-6 Nats: Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu. (Yunus 2:1)
Judul:
DI PERUT IKAN
Kenyataan hidup sering membawa manusia berada di tempat-tempat yang tidak lazim. Kotor. Berbau. Sesak. Pengap. Gelap. Tidak layak. Jauh dari manusiawi. Bencana alam membuat manusia berada di antara reruntuhan gedung atau di kemah pengungsian. Peperangan menjerumuskan orang ke lumpur rawa, hutan rimba, lubang bawah tanah, atau kamp tawanan. Penyakit menggiring manusia tergolek di bangsal rumah sakit. Kesalahan mengurungnya di balik jeruji penjara.
Perut ikan juga bukan tempat yang wajar bagi Yunus. Di situlah ia berada selama tiga hari tiga malam. Bagaimana perasaannya? Arus air yang menggelora, bagi orang Israel kuno, adalah simbol dari kebinasaan yang menakutkan. Di situ Yunus merasa begitu dekat dengan kematian. Terlempar ke tempat yang dalam dan kelam. Dikepung dan dilingkupi oleh air. Dibelit rumput laut. Lendir di kiri dan di kanan. Berbau anyir. Gelap. Ia merasa jauh dari mana-mana, kecuali gerbang maut. Tersisa satu hal yang bisa ia lakukan: berdoa. Dan itulah yang akhirnya membuat ia sadar: Tuhan tidak meninggalkannya sekalipun ia berada di perut ikan.
Anda sedang berada di tempat yang menyesakkan seperti itu? Bilik rumah sakit? Kamar tahanan? Ruang tunggu operasi? Ruang pengadilan? Lakukanlah hal yang satu ini: Berdoa. Percayalah itu tak akan sia-sia. Kehadiran dan rengkuhan Tuhan tidak dapat dibatasi oleh kondisi apa pun di dunia ini, di tempat yang paling kelam sekalipun. Justru di tempat gelapi itu Anda dapat merasakan betapa kuat dekapan-Nya. --Pipi A Dhali
DI TEMPAT PALING KELAM SEKALIPUN, KEHADIRAN TUHAN MENDATANGKAN TERANG DAN KETENANGAN.
e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/10/02/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: https://www.facebook.com/group s/renungan.harian/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yunus+2:1-10
Yunus 2:1-10
1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, 2 katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. 3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. 4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus? 5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku 6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku. 7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. 8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. 9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!" 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat.
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Matius+5-6 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Matius+5-6
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 29 September 2013

MELEK ALKITAB?

. Minggu, 29 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Senin, 30 September 2013 Bacaan : Kisah Para Rasul 17:10-15 Setahun: Maleakhi 1-4 Nats: Orang-orang Yahudi di kota itu ... menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. (Kisah Para Rasul 17:11)
Judul:
MELEK ALKITAB?
Pada 2002, George Barna melakukan survei terhadap orang Kristen di Amerika. Ia ingin mengetahui pengetahuan mereka tentang Alkitab. Hasilnya: 48% responden tidak dapat menyebutkan nama 4 kitab Injil; 52% tidak dapat menyebutkan lebih dari 3 nama murid Yesus; 60% tidak dapat menyebutkan 5 saja dari 10 Perintah Allah; 61% mengira bahwa "Khotbah di Bukit" adalah khotbah Billy Graham. Bahkan, 71% responden juga mengira bahwa kalimat "Tuhan menolong mereka yang menolong dirinya sendiri" adalah sebuah ayat Alkitab!
Jemaat Berea adalah jemaat yang "menerima firman itu dengan segala kerelaan hati" (ay. 11). Artinya, mereka tidak mengeraskan hati; mereka membuka hati untuk diajar tentang kebenaran. Dan, mereka tak sekadar membaca firman, tetapi juga menyelidikinya. Dari situ, mereka dapat menguji apakah ajaran yang mereka terima itu benar (ay. 11). Sebagai buahnya, iman mereka bertumbuh, kepercayaan mereka pada sang Mesias diteguhkan (ay. 12a). Bahkan, hidup mereka pun berdampak: mereka menjadi berkat bagi orang non-Yahudi, yang turut menjadi percaya (ay. 12b).
Ironis bila di tengah kebebasan untuk membaca dan memiliki Alkitab, orang justru kerap tidak membaca dan mempelajarinya. Padahal, inilah surat yang memperkenalkan Pribadi Allah yang benar. Inilah panduan Allah, yang memberi kita jalan saat menghadapi berbagai pergumulan. Inilah pertolongan Tuhan, agar kita tak kalah menghadapi masalah atau terperangkap dalam ajaran yang salah. Mari mempelajari firman-Nya. --Agustina Wijayani
FIRMAN-NYA ADALAH PENGUAT PADA SAAT KITA LEMAH; FIRMAN-NYA ADALAH PEDOMAN PADA SAAT KITA BIMBANG.
e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/30/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/30/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Kis ah+Para+Rasul+17:10-15
Kisah Para Rasul 17:10-15
10 Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. 11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. 12 Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani. 13 Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu, bahwa juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, datang jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak. 14 Tetapi saudara-saudara menyuruh Paulus segera berangkat menuju ke pantai laut, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di Berea. 15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Maleakhi+1-4 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Maleakhi+1-4
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 28 September 2013

Akhir Jaman

. Sabtu, 28 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Minggu, 29 September 2013 Bacaan : Matius 24:1-36 Setahun: Zakharia 8-14 Nats: Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu... hanya Bapa sendiri. (Matius 24:36)
Judul: Akhir Jaman
Kapan zaman ini berakhir? Inilah pertanyaan manusia sepanjang zaman yang tak kunjung terjawab. Yesus mengajarkan bahwa dunia ini pasti berakhir ketika Dia datang untuk kedua kalinya (ay. 30-31). Kapan Dia datang kembali? Tak seorang pun yang tahu kecuali Bapa di surga.
Namun, Dia memberi kita tanda-tanda yang perlu kita perhatikan, agar kita waspada dan siaga. Tanda-tanda kedatangan-Nya kembali, antara lain bertambahnya pengajar dan mesias palsu (ay. 5), berita tentang peperangan (ay. 6-7a), meningkatnya bencana alam seperti tsunami, gempa, banjir, kekeringan, gagal panen, kelaparan (ay. 7b), dan Injil tersebar ke seluruh penjuru bumi (ay. 14). Yesus memberitahukan bahwa peristiwa-peristiwa ini bagaikan rasa sakit yang dialami seorang ibu yang akan melahirkan. Semakin dekat, frekuensi dan eskalasi rasa sakit itu semakin kuat (bdk. Yoh. 16:21). Demikian pula dengan kedatangan-Nya kembali. Ketika tanda-tanda di atas semakin intensif terjadi, berarti waktunya kian mendekat.
Bagi orang percaya, keadaan tersebut tidak perlu membangkitkan ketakutan. Sebaliknya, kita menantikan kedatangan-Nya dengan tekun dan sungguh-sungguh. Seperti seorang ibu yang sakit bersalin, penderitaan yang ditanggungnya itu berganti dengan kebahagiaan yang tak terkira ketika sang bayi terlahir dengan sehat. Demikian pula, penantian orang percaya akan berpuncak pada kebahagiaan yang tiada taranya: kedatangan kembali Tuhan dan Juruselamat untuk menjemput kita, mempelai perempuan-Nya yang cemerlang. --Susanto
BUKAN SUMBER KETAKUTAN, MELAINKAN SUMBER SUKACITA TIADA TARA.
e-RH Situs:
e-RH arsip web:
rh/2013/09/29/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/29/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:
Matius 24:1-36
Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka
1
datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah. 2 Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." 3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" 4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, 10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. 11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. 12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. 13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." 15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya--16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. 17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, 18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. 19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. 20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. 21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. 22 Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. 23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. 24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. 25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. 26 Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. 27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. 28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun." 29 "Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. 32 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. 33 Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. 34 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. 35 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. 36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Zakharia+8-14 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Zakharia+8-14
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 27 September 2013

Tobat membawa berkat

. Jumat, 27 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Sabtu, 28 September 2013 Bacaan : Bilangan 21:1-9 Setahun: Zakharia 1-7 Nats: Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami. (Bilangan 21:7)
Judul: Tobat membawa berkat
Perjalanan hidup orang percaya tidak selamanya mulus. Ada kalanya penderitaan menghampiri mereka. Walaupun demikian, respons mereka berbeda-beda. Ada yang berserah, tetapi tidak sedikit pula yang menggerutu ketika tertimpa masalah.
Demikian juga dengan bangsa Israel dalam perjalanan di padang gurun. Israel baru saja mengalami berkat Tuhan dengan mengalahkan Arad secara gemilang. Kemudian, hanya karena harus berjalan sedikit lebih jauh, mereka menggerutu dan protes kepada Musa. Mereka melupakan berkat Tuhan yang baru saja mereka alami. Mereka tidak menghargai pemeliharaan-Nya. Mereka menganggap manna sebagai makanan hambar yang memuakkan. Kali ini Tuhan menghukum mereka dengan mengirimkan ular tedung untuk memagut mereka. Banyak di antara mereka yang mati karenanya. Mereka lalu bertobat dan meminta Musa untuk berdoa bagi mereka. Tuhan pun menyuruh Musa untuk membuat tiruan ular tedung dan menaruhnya pada sebuah tiang. Setiap orang yang terkena bisa ular itu akan tetap hidup bila melihatnya.
Dalam Yohanes 3, Yesus menggunakan peristiwa itu untuk menggambarkan keselamatan. Karena dosa, mereka dipagut ular berbisa sehingga mati. Dosa itu bagaikan racun yang mematikan.Ketika mereka memandang kepada ular tembaga di atas tongkat kayu, simbol dari kematian Kristus di atas salib yang menebus dosa manusia, mereka terselamatkan dari racun dosa. Orang berdosa yang memandang salib Kristus akan diberi anugerah keselamatan yang membawa pertobatan dan hidup baru. --Eddy Nugroho
TETAPI JUGA MENGANUGERAHKAN SUATU KEHIDUPAN BARU.
e-RH Situs:
e-RH arsip web:
rh/2013/09/28/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/28/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:
Bilangan 21:1-9
1 Raja negeri Arad, orang Kanaan yang tinggal di Tanah Negeb, mendengar, bahwa Israel datang dari jalan Atarim, lalu ia berperang melawan Israel, dan diangkutnya beberapa orang tawanan dari pada mereka. 2 Maka bernazarlah orang Israel kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau serahkan bangsa ini sama sekali ke dalam tangan kami, kami akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa." 3 TUHAN mendengarkan permintaan orang Israel, lalu menyerahkan orang Kanaan itu; kemudian orang-orang itu dan kota-kotanya ditumpas sampai binasa. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Horma. 4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. 5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak." 6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. 7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. 8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." 9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Zakharia+1-7 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Zakharia+1-7
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 24 September 2013

Sudahlah

. Selasa, 24 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Rabu, 25 September 2013 Bacaan : Lukas 22:47-53 Setahun: Mikha 1-7 Nats: Tetapi Yesus berkata, "Sudahlah itu." (Lukas 22:51a)
Judul: Sudahlah
Saat Ibu saya didiagnosis menderita kanker kandungan, ia protes kepada Tuhan. Kenapa penderitaan itu harus ia alami? Ia masih ingin hidup untuk mengantarkan adik-adik saya yang masih kecil bertumbuh menjadi mandiri dan dewasa. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, ia dapat menerima keadaan itu sebagai cara Tuhan dalam mendewasakan keluarganya.
Dalam keheningan Getsemani, Yesus bertelut di hadapan Bapa dalam kesedihan dan kegentaran. Namun, Dia berserah penuh pada penggenapan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Dia tidak takut lagi. Ketika krisis semakin memuncak, datanglah serombongan orang yang dipimpin oleh Yudas. Yudas mencium Yesus sebagai tanda bahwa Dialah yang harus ditangkap. Ciuman, yang dalam tradisi mereka merupakan tanda persaudaraan, dijadikan Yudas sebagai tanda pengkhianatan. Melihat situasi yang terjadi, para murid bermaksud melakukan perlawanan. Yesus menenangkan murid-murid-Nya, dan berkata, "Sudahlah itu." Yesus tahu bahwa itulah saat bagi mereka dan bagi kuasa kegelapan untuk menunjukkan perlawanan pada Allah. Itu jugalah saat bagi Allah untuk menggenapi rencana-Nya bagi umat manusia.
Pemahaman yang jelas akan kehendak Allah dan kemauan untuk taat pada kehendak itu membuat Yesus memiliki hikmat untuk bertindak. Dia tahu kapan harus menghindar dan kapan harus menyerahkan diri. Kiranya pemahaman akan kehendak Allah pun menolong kita untuk mengerti bagaimana kita harus bersikap dan bertindak dalam situasi genting yang harus kita hadapi. --Eddy Nugroho
PEMAHAMAN AKAN KEHENDAK ALLAH ADALAH SEBUAH UNDANGAN UNTUK MENYERAHKAN HIDUP KE DALAM KUASA-NYA.
e-RH Situs:
e-RH arsip web:
rh/2013/09/25/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/25/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:
Lukas 22:47-53
47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" 49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?" 50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya. 51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya. 52 Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung? 53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Mikha+1-7 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mikha+1-7
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 23 September 2013

Hanya Satu Jalan

. Senin, 23 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Selasa, 24 September 2013 Bacaan : Yohanes 14:1-14 Setahun: Yunus 1-4 Nats: Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6)
Judul: Hanya Satu Jalan
"Guru agama saya di SMP mengajarkan bahwa semua agama itu sama, dan Alkitab itu berisi banyak dongeng. Padahal itu adalah sekolah Kristen, " kata seorang pengusaha sukses yang juga majelis di gereja kami. "Memang saya lahir dalam keluarga Kristen, dan hidup saya juga benar menurut standar moral dan etika. Saya bahkan tidak merokok. Saat itu saya merasa tidak memerlukan Yesus."
Namun, rasa penasaran mendorongnya untuk membaca Alkitab. Ia terhenyak oleh pengakuan Yesus tentang diri-Nya sendiri. Yohanes 14:6 menegaskan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada Allah tanpa melalui Dia. Ini membuatnya merenung. Siapa sebenarnya Yesus ini? Mengapa Dia berkata begitu? Di tengah ajaran serba relatif yang ia terima, pernyataan ini menawarkan kemutlakan. Ia pun mempelajari Alkitab dengan tekun dan akhirnya menyerahkan hidupnya kepada Yesus.
Demi toleransi terhadap penganut agama lain, banyak orang Kristen berkompromi. Mereka memandang Yesus sebagai salah satu jalan ke surga, bukan satu-satunya. Mereka cenderung hanya berbicara tentang pengajaran humanistis yang bersifat universal, agar dapat diterima semua orang apa pun agamanya. Akhirnya, semua menjadi bersifat relatif. Prinsip ini jelas melenceng dari Alkitab.
Pandangan kita tentang Yesus dipengaruhi oleh sikap kita terhadap Alkitab. Apakah kita sungguh memercayai Alkitab itu firman Allah? Bertekunlah membaca dan mempelajarinya karena segala sesuatu yang perlu kita ketahui tentang keselamatan ada di dalamnya. --Hembang Tambun
ADA BANYAK JALAN KE ROMA, NAMUN JALAN MENUJU ALLAH
e-RH Situs:
e-RH arsip web:
rh/2013/09/24/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/24/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:
Yohanes 14:1-14
1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." 5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" 6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." 8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yunus+1-4 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yunus+1-4
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 22 September 2013

Cinta dan Pengurbanan

. Minggu, 22 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Senin, 23 September 2013 Bacaan : Matius 16:24-26 Setahun: Amos 6-Obaja 1 Nats: Jika seseorang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Matius 16:24)
Judul: Cinta dan Pengurbanan
Selama sepuluh tahun menikah, Nia tidak mencintai suaminya. Ia marah karena mereka dijodohkan. Sebaliknya, Anto memberikan yang terbaik untuk istrinya. Ia bangun pagi, menyiapkan makanan, dan bekerja. Suatu ketika Nia pergi ke salon dengan dompet kosong karena Anto lupa mengembalikan uang yang baru saja ia ambil untuk keperluan sekolah anak. Ia bergegas menyusul Nia. Sungguh sayang, di jalan ia mengalami serangan stroke. Anto pun meninggal dunia. Dan, Nia baru menyadari cinta dan pengorbanan suaminya waktu suaminya sudah meninggal.
Kita dipanggil untuk memikul salib. Apakah yang diwakili oleh salib? Salib adalah gambaran kebenaran akan cinta dan pengorbanan. Yesus memikul salib karena cinta-Nya. Karena cinta Dia sengaja memilih memikul salib. Dia memberikan kurban yang paling mahal kepada Bapa, yaitu nyawa-Nya sebagai tebusan salah. Ketika Dia memanggil murid-murid-Nya memikul salib (ay. 24), kita harus melihat bagaimana dan mengapa Dia memikul salib. Dengan cara ini kita pun mengetahui arti salib.
Salib hanya dapat dipikul karena cinta kita kepada-Nya. Cinta memampukan kita melewati penderitaan sehebat apa pun. Orang yang memikul salib juga harus siap berkurban. Bukan sembarang kurban, melainkan kurban yang sangat berharga. Apakah yang kita miliki dan kita anggap berharga? Harta? Kedudukan? Itulah kurban salib. Salib adalah bukti totalitas. Setiap orang yang siap memikul salib harus siap menyerahkan segala-galanya untuk Tuhan sesuai dengan cara-Nya. --Martinus Prabowo
CINTA DAN PENGURBANAN BERJALAN BERIRINGAN,
e-RH Situs:
e-RH arsip web:
rh/2013/09/23/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/23/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:
Matius 16:24-26
24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Amos+6-Obaja+1 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Amos+6-Obaja+1
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 20 September 2013

Mencintai Gomer

. Jumat, 20 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++

Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Sabtu, 21 September 2013 Bacaan : Hosea 3:1-5 Setahun: Yoel 1-3 Nats: Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis. (Hosea 3:1)

Judul: Mencintai Gomer

Salah satu alasan yang sering dipakai dalam perceraian adalah terjadinya perselingkuhan. Apalagi bila salah seorang dari pasangan tersebut telah melakukannya berulang-ulang dan tanpa penyesalan. Upaya rujuk dan menerima kembali menjadi hal yang sangat sulit. Dibutuhkan kasih yang sangat dalam dan luas untuk menerima pasangan yang seperti itu. Dan kasih yang semacam itu rasanya memang sukar ditemukan.

Ketika Gomer kembali melacurkan diri, Allah meminta Hosea untuk tetap mencintai dan menerimanya kembali. Hosea harus menebus dan menerima kembali Gomer di rumahnya walaupun untuk sementara waktu ia akan didiamkan dan dianggap seperti tidak ada. Ini kesempatan bagi Gomer untuk merenungkan apa yang telah ia perbuat selama ini. Demikian juga Israel. Mereka diharapkan merenungkan segala kebaikan Allah yang setia dan yang tetap mengasihi mereka ketika mereka membelakangi Allah. Diharapkan perenungan itu akan membawa kepada pertobatan yang mendalam dan akhirnya mereka mencari Allah dengan segenap hatinya. Ini adalah kesempatan baru bagi mereka untuk memperbaiki kelakuan.

Berapa sering kita berselingkuh secara rohani dengan membelakangi Tuhan yang setia? Ini terjadi ketika kita dengan sadar memilih melakukan hal-hal yang tidak Dia sukai. Itu berarti kita mengabaikan perasaan-Nya. Pernahkah kita berhitung berapa kali Dia mengampuni dan menerima kita kembali? Mari kita bersyukur dan memanfaatkan setiap kesempatan yang Alah berikan agar kita dapat memperbaiki kelakuan buruk kita. --Petrus Budi Setiawan

KASIH YANG DIA TUNJUKKAN DAN KESEMPATAN YANG DIA BERIKAN SEPATUTNYA KITA SYUKURI DAN KITA MANFAATKAN UNTUK MEMPERBAIKI DIRI.

e-RH Situs:

e-RH arsip web:

rh/2013/09/21/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/21/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:

Hosea 3:1-5

1 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis." 2 Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai. 3 Aku berkata kepadanya: "Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau." 4 Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim. 5 Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yoel+1-3 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yoel+1-3

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 19 September 2013

Bacaan berkualitas

. Kamis, 19 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++

Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Minggu, 15 September 2013 Bacaan : Roma 1 : 1617 Setahun: Daniel 1-3 Nats: Sebab di dalamnya dinyatakan pembenaran oleh Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang yang dibenarkan karena imannya, akan hidup." (Roma 1:17)

Judul:Bacaan berkualitas

Pagi itu Ria membaca selembar kertas berisi panduan bacaan Alkitab selama setahun. Di sampingnya terdapat sebuah Alkitab. Tak lama kemudian, Ria mulai membuka dan membaca Alkitab sesuai dengan pasal dan ayat yang tercantum pada kertas tadi. Ria sedang belajar mendisiplinkan diri untuk membaca Alkitab setiap hari. Keinginan ini bermula dari kesaksian temannya yang mendapat banyak berkat setelah membaca Alkitab secara rutin setiap hari.

Membaca antara lain bermanfaat untuk menambah wawasan, mendapatkan banyak informasi, memperoleh pengetahuan, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selektif dalam memilih bahan bacaan yang akan kita baca. Seiring dengan kemajuan zaman, tersedia semakin banyak sumber informasi dan semakin mudah akses untuk mendapatkan informasi. Namun, kita perlu waspada karena tidak semua bacaan memiliki manfaat yang positif. Ada bacaan yang malah dapat berpengaruh buruk jika kita tidak menyikapinya secara bijaksana.

Karena itu, meluangkan waktu untuk secara teratur membaca Alkitab adalah pilihan yang tepat. Alkitab berisi firman Allah, suatu kabar baik yang akan menyelamatkan mereka yang percaya dari pengaruh ajaran yang menyimpang dari kebenaran. Alkitab berisi kebenaran Allah yang nyata, bertolak dari iman dan memimpin kepada iman. Iman yang akan memimpin setiap orang untuk berjalan dalam kebenaran Allah (ay. 17). Nah, sudahkah kita membiasakan diri untuk membaca Alkitab secara teratur? --Wahyu Barmanto

e-RH Situs:

e-RH arsip web:

rh/2013/09/15/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d= 2013/09/15/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:

Roma 1 : 1617

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Daniel+1-3 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+1-3

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

LEGA DENGAN MENGAKU

.
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Kamis, 19 September 2013 Bacaan : Mazmur 51:1-19 Setahun: Hosea 1-6 Nats: Kurban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:19)

Judul:

LEGA DENGAN MENGAKU

Seorang anak tanpa sengaja merusakkan laptop pemberian orangtuanya. Ia dilanda rasa bersalah, ketakutan, dan sekaligus mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Tetapi, ia takut menceritakan masalah. Ia malah terus berusaha menghindar meskipun hatinya tidak pernah tenang dan hidupnya menjadi susah. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengaku, siap dimarahi dengan segala risikonya. Leganya, sang ayah justru memberikan solusi untuk memperbaiki laptop itu.

Daud berbuat dosa yang begitu keji. Bukan hanya berzinah dengan Batsyeba, ia kemudian membunuh suami perempuan itu, Uria (ay. 1). Meskipun menyadari pelanggarannya, pada awalnya ia menutupinya sehingga terus bergumul dengan dosa itu (ay. 3). Pada akhirnya, Daud mengerti bagaimana ia dapat mengakhiri pergumulannya. Ia tahu kepada siapa ia harus datang. Ya, ia memohon dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, agar hidupnya dipulihkan (ay. 9-15). Ia menyesal dan berduka atas kejahatan yang telah ia perbuat. Daud sadar, hanya Tuhan yang dapat memulihkan hidupnya dari dosa tersebut.

Kita pun tak ayal pernah atau sering melakukan pelanggaran. Tidak ada gunanya kita menjauh dari Tuhan. Semakin menjauh, kita semakin terasing, hati kosong, tidak tenang, dan tertekan. Tuhan menginginkan kita berbalik kepada-Nya. Dengan hati yang hancur, rela untuk bertobat, dan memohon anugerah-Nya agar dimampukan untuk tidak mengulangi lagi pelanggaran tersebut. Dalam pengampunan-Nya, kita dapat kembali menatap ke depan dengan penuh rasa syukur. --Ulbrits Siahaan

MENGAKUI DOSA DAN BERTOBAT MELEPASKAN KITA DARI TUNTUTAN RASA BERSALAH.

e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/19/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/19/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+51:1-19

Mazmur 51:1-19

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! 2 (51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 3 (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 4 (51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. 5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. 6 (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. 7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! 8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! 9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! 11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! 12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! 13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. 14 (51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! 15 (51-17) Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! 16 (51-18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. 17 (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. 18 (51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! 19 (51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Hosea+1-6 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Hosea+1-6

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Selasa, 17 September 2013

KETIKA PERSEDIAAN MENIPIS

. Selasa, 17 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++

Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Selasa, 17 September 2013 Bacaan : 1 Raja-raja 17:13-16 Setahun: Daniel 7-9 Nats: Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan..." (1 Raja-raja 17:13a)

Judul: KETIKA PERSEDIAAN MENIPIS

Anak kami memiliki suatu kebiasaan yang menggelitik. Setiap kali ia makan atau minum sesuatu yang ia senangi, ia enggan membagikannya kepada orang lain. Kalaupun mau membagikannya, ia akan berpesan, "Jangan dihabiskan ya." Kebiasaan ini tampaknya bukan hanya menghinggapi anak kecil. Orang dewasa pun kerap mempertahankan milik kepunyaannya, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kesenangan atau kehidupannya.

Kisah Elia dan janda di Sarfat menawarkan perspektif yang baru. Dalam keadaan yang begitu susah, janda ini didatangi seseorang yang tidak ia kenal, yang meminta bagian dari tepungnya yang masih tersisa, yang akan dibuatnya menjadi roti bagi dirinya dan anaknya. Bukan sebuah permintaan yang mudah untuk dituruti. Elia menyertai permintaannya itu dengan menyampaikan janji tentang pemeliharaan Allah pada tahun-tahun kekeringan tersebut. Nah, di sini bukan hanya janda itu yang memberikan milik terakhirnya; Elia juga memberikan miliknya: iman dan keyakinannya akan pemeliharaan Tuhan. Ketika mukjizat terjadi, janda Sarfat dan anaknya bersama dengan Elia dipelihara oleh Tuhan dengan cara yang ajaib.

Tidak jarang kita merasa mampu dengan apa yang kita miliki. Kekayaan, pekerjaan, saudara, dan sebagainya. Tanpa kita sadari, iman dan keyakinan kita bergantung pada hal-hal tersebut. Pada saat hal-hal itu "menipis", iman kita diuji. Apakah kita akan mempertahankannya? Atau, kita akan melepaskannya, dan berganti mengandalkan sesuatu yang lebih pasti: pemeliharaan Allah? --Yehezkiel Kukuh Priyono

APAKAH IMAN KITA BERGANTUNG PADA HAL-HAL YANG DAPAT BERUBAH ATAU PADA SESEORANG YANG PASTI MEMENUHI JANJI-NYA?

e-RH Situs:

e-RH arsip web:

rh/2013/09/17/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/17/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:

16

1 Raja-raja 17:13-16

13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. 14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." 15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. 16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Daniel+7-9 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+7-9

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 15 September 2013

Yakub dirumah Laban

. Minggu, 15 September 2013
0 komentar

Kejadian 29:1-35

1. Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur.

2. Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar;

3. dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu.

4. Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran."

5. Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal."

6. Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya."

7. Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi."

8. Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami."

9. Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya.

10. Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu.

11. Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras.

12. Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya.

13. Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban.

14. Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya.

15. Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu."

16. Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel.

17. Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.

18. Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu."

19. Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku."

20. Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

21. Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: "Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia."

22. Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan.

23. Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia.

24. Lagipula Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya.

25. Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?"

26. Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.

27. Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi."

28. Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya.

29. Lagipula Laban memberikan Bilha, budaknya perempuan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya.

30. Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi.

31. Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul.

32. Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben, sebab katanya: "Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku."

33. Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku." Maka ia menamai anak itu Simeon.

34. Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi.

35. Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.

Klik disini untuk melanjutkan »»
.
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++

Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Senin, 16 September 2013 Bacaan : Lukas 15:11-32 Setahun: Daniel 4-6 Nats: Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Lalu mulailah mereka bersukaria. (Lukas 15:24)

Judul: KEMBALI KEPADA BAPA

Agustinus, bapa gereja yang hidup pada abad kelima, sebelumnya hidup jauh dari Tuhan. Kehidupan moralnya bobrok. Ia berpikir akan menemukan kebenaran dan kedamaian sejati di luar Kristus. Dalam situasi seperti ini, beruntung ia mempunyai seorang ibu yang setia mendoakannya dengan cucuran air mata supaya ia bertobat. Sampai pada suatu saat Agustinus menyadari kesalahannya, kemudian bertobat dan menyerahkan hidupnya sebagai hamba Tuhan.

Anak bungsu dalam perumpamaan ini bisa jadi juga berpikir, "Aku akan menemukan kebahagiaan di luar sana yang tidak akan kudapatkan jika selalu bersama dengan bapa." Pada mulanya, ia mendapatkan kebahagiaan yang ia idam-idamkan (ay. 13). Namun, hal itu ternyata hanya sementara. Ketika hartanya habis, hidupnya menderita, sesuatu yang belum pernah ia alami ketika tinggal bersama bapanya (ay. 14-17). Beruntung kemudian ia sadar dan ingat kehidupan pada masa lalu bersama dengan bapanya dan memiliki kerinduan untuk pulang (ay. 18-19). Situasi sulit telah menyadarkan si bungsu bahwa ada sesuatu yang salah dalam hidupnya. Ia mengambil keputusan tepat. Ternyata, bapanya pun merindukan anak itu kembali. Dan ia mendapati, hidup bersama dengan bapanya jauh lebih bahagia daripada saat ia melarikan diri.

Adakah di antara kita yang saat ini pergi dan meninggalkan "rumah Bapa"? Hal itu mungkin tampak menyenangkan pada mulanya. Tetapi, pada akhirnya pelarian kita akan berujung pada penderitaan. Jadi, lebih baik kita segera berbalik kembali kepada Bapa. --Yakobus Budi Prasojo

BUKANLAH TINDAKAN MEMALUKAN, MELAINKAN SEBUAH KEBERANIAN.

e-RH Situs:

e-RH arsip web:

rh/2013/09/16/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php? d=2013/09/16/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab:

Lukas 15:11-32

11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Daniel+4-6 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Daniel+4-6

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 14 September 2013

MULUTMU HARIMAUMU

. Sabtu, 14 September 2013
0 komentar

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++ e-Renungan Harian Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA Tanggal: Sabtu, 14 September 2013 Bacaan : Mazmur 141:1-10 Setahun: Yehezkiel 46-48 Nats: Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! (Mazmur 141:3)

Judul:

MULUTMU HARIMAUMU

Pepatah "mulutmu harimaumu" mengajarkan kepada kita bahwa perkataan yang keluar dari mulut ini harus kita kendalikan. Jika tidak, perkataan itu menjadi 'galak' seperti harimau yang bisa menerkam balik kita. Mulut adalah media untuk mengartikulasikan segala sesuatu yang ada di dalam pikiran dan hati. Oleh karena itu, pepatah ini ingin mengajarkan kepada kita untuk selalu mengendalikan mulut kita. Dengan apakah kita mengendalikannya?

Pemazmur mengajarkan kepada kita, bahwa untuk menyaring perkataan yang keluar dari mulut kita, tidak cukup dengan usaha sendiri, melainkan dengan berdoa. Berdoa adalah perlawanan yang paling tepat terhadap perkataan yang kotor dan jahat. Dalam doanya pada waktu petang, Daud berseru kepada Tuhan, meminta Tuhan melindungi dan memampukannya untuk hidup bagi kemuliaan-Nya. Permohonan ini begitu penting sehingga Daud berharap agar Tuhan menolongnya dalam pergumulan melawan berbagai bentuk pencobaan. Ia meminta Allah mengontrol perkataan, pikiran, dan tindakannya.

Kerinduan orang percaya adalah hidup kudus dalam setiap aspek kehidupannya. Dosa dalam berbagai bentuk akan berusaha menyimpangkannya. Yang berupa perkataan, misalnya, kita mengucapkan kata-kata kasar yang menyakitkan orang lain. Padahal, kita seyogyanya mengucapkan kata-kata yang penuh kasih dan membangun orang lain. Selaku pengikut Tuhan, kita perlu terus berdoa meminta tuntunan-Nya. Dengan berdoa, kita menaklukkan diri kepada Allah hingga terhindar dari dosa karena mulut kita. --Eddy Nugroho

KARENA SEPATAH KATA ORANG BISA DIANGGAP PANDAI; KARENA SEPATAH KATA PULA ORANG BISA DIANGGAP BODOH. LUN GI

e-RH Situs: http://renunganharian.net e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2013/09/14/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Diskusi renungan ini di Facebook: http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d= 2013/09/14/++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+141:1-10

Mazmur 141:1-10

1 Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu aku berseru kepada-Mu! 2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang. 3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! 4 Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka. 5 Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih; tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Sungguh aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka. 6 Apabila mereka diserahkan kepada hakim-hakimnya, maka mereka akan mendengar, bahwa perkataan-perkataanku menyenangkan. 7 Seperti batu yang dibelah dan dihancurkan di tanah, demikianlah akan berhamburan tulang-tulang mereka di mulut dunia orang mati. 8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku! 9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan. 10 Orang-orang fasik akan jatuh serentak ke dalam jala mereka, tetapi aku melangkah lalu.

Bacaan Alkitab Setahun: http://alkitab.sabda.org/?Yehezkiel+46-48 Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Yehezkiel+46-48

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++++++++++++++++++++++++ YLSA Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Diberkati? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Donasi: Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com